Loloskan Paslon Nomer Urut 2, KPU Kabupaten Cirebon Dilaporkan ke Panwaslu

Salah seorang saksi yang diajukan Hamzah Hariri (kiri) tengah di BAP. Foto: Bagja/pojokjabar

Salah seorang saksi yang diajukan Hamzah Hariri (kiri) tengah di BAP. Foto: Bagja/pojokjabar


POJOKJABAR.com, CIREBON – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali diadukan oleh tokoh masyarakat Kabupaten Cirebon, Hamzah Hariri ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Cirebon, terkait diloloskannya pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Cirebon nomor urut 2, pasangan Sunjaya Purwadisastra, Imron Rosadi.

Kali ini yang dilaporkan Hamzah, terkait diloloskannya calon Wakil Bupati Cirebon, Imron Rosadi saat statusnya diduga masih sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) oleh KPU. Sedangkan syarat menjadi calon Bupati dan Wakil Bupati harus mengundur diri.

“Sesuai dengan UU nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara pasal 119 dan pasal 123 ayat (3) 4yang intinya jika ASN mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati harus mundur,” kata Hamzah Sabtu (24/2/2018).

Jangankan mundur, lanjut Hamzah, hingga saat ini statusnya tidak jelas karena belum adanya keputusan dari pimpinannya dalam hal ini Kementerian Agama RI. Dirinya heran dengan keputusan KPU Kabupaten Cirebon yang meloloskan Drs. Imron Rosafi.

“Seharusnya sesuai dengan UU nomor 5 tahun 2014, KPU tidak meloloskan saudara Imron. Ada apa sebenarnya dengan KPU,” ujarnya

(mbj/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds