7 Fakta Banjir Akhir Pekan di Cirebon, Fakta Terakhir Bikin Trenyuh

Warga saat mencoba melintasi ditengah banjir. Foto: pey/pojokjabar

Warga saat mencoba melintasi ditengah banjir. Foto: pey/pojokjabar

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Akhir pekan ini wilayah Cirebon terkena dampak banjir. Banjir tersebut berefek mulai dari lumpuhnya KA Cirebon, Selain itu juga, beberapa sungai meluap, dua di antaranya sungai besar di wilayah Cirebon. Beberapa sungai yang meluap adalah sungai Cisanggarung, sungai Suba dan Sungai Krian.

Sepanjang pantauan Pojokjabar.com, berikut ini adalah tujuh fakta terkait banjir akhir pekan di wilayah Cirebon yang harus diperhatikan:

1. Polisi lakukan rekayasa lalu lintas

Jajaran kepolisan dari Polres Cirebon melakukan upaya rekayasa lalu lintas terkait bencana alam yang menimpa wilayah Cirebon Timur dan Brebes.

Jalur utama (alteleri) Pantura sudah tidak mungkin dilewati kendaraan, Pihak kepolisan pun mengalihkan arus kendaraan dari arah Cirebon menuju Brebes untuk masuk ke tol Kanci-Pejagan, tepatnya di kilometer 214.

“Kepada masyarakat pengguna jalan, yang akan melintas dari arah Cirebon menuju Jawa Tengah, kami mengimbau untuk berhati-hati. Karena ada bencana alam banjir dan juga longsor di Brebes,” ujar Kapolres Cirebon, AKBP Risto Samudra, kepada awak media, Jumat (23/2/18) malam.B

Berita terkait: Cirebon Timur Dikepung Banjir, Lalulintas Lumpuh

2. sebanyak 6 kA Cirebon lumpuh

Meluapnya air sungai Cisanggarung yang menyebabkan banjir di daerah Ketanggungan dan Ciledug, membuat rel kereta di dua stasiun tersebut ikut terendam, Jumat (23/2/2018).

Manager Humas PT KAI Daop 3 Kota Cirebon, Krisbiyantoro, mengungkapkan dampak banjir yang merendam rel membuat enam kereta api terlambat berangkat.

Di antara keenam kereta api batal berangkat tersebut adalah KA 147 Jaka Tingkir, KA 53 dan 54 Taksaka, KA 41 Gajayana, KA 9 Argo Dwipangga dan KA 8F Argolawu.

“Dengan kondisi banjir ini, kami PT KAI khususnya Daop 3 mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi,” kata Krisbiyantoro.

Berita terkait: Air Sungai Cisanggarung Meluap, Rel Terendam, 6 Kereta Api Batal Berangkat, 3 Lainnya Dialihkan

3.  PT KAI khususnya Daop 3 mohon maaf atas keterlambatan

Di antara keenam kereta api batal berangkat tersebut adalah KA 147 Jaka Tingkir, KA 53 dan 54 Taksaka, KA 41 Gajayana, KA 9 Argo Dwipangga dan KA 8F Argolawu.

“Dengan kondisi banjir ini, kami PT KAI khususnya Daop 3 mohon maaf atas keterlambatan yang terjadi,” kata Krisbiyantoro.

Namun, jelas Kris, sebagai langkah antisipasi kelambatan jalur KA dialihkan memutar ke arah Tegal-Slawi hingga Prupuk. Diterangkannya akan menambah waktu tempuh kurang lebih satu jam.

“Dan kereta api yang dialihkan KA 58 Purwojaya, KA 186 Progo dan KA 43 Bima,” pungkasnya.

Berita terkait: Rel Kereta Terendam Air, 6 KA Cirebon Lumpuh

4. dua sungai besar di Cirebon meluap

Dua sungai besar di Kota Cirebon yakni sungai Suba dan Sungai Krian yang masih satu jalur aliran mengalami luapan air kiriman dari hulu pada Jumat malam (23/2/2018)

Berdasarkan pantauan dan informasi dari kantor Penanggulangan Bencana Daerah Kota Cirebon, ketinggian air dari luapan sungai tersebut mencapai 50 cm sampai 1 meter adapun yang terdampak dari luapan sungai tersebut adalah wilayah Kanggraksan, Drajat, Lawang Sanga dan Kesunean.

“Iya Pak banjir Sungai Suba dan sungai Kriyan meluap nampaknya menggenangi beberapa wilayah di bibir sungai tersebut,” kata Supervisor pengendalian operasi KPBD Kota Cirebon, Aji saat dikonfirmasi pojokjabar.com

Berita terkait: Sungai Suba Meluap, 4 Kelurahan Terendam

5. jembatan cikaroya ambruk

Setelah diguyur hujan seharian, akhirnya jembatan Cikaroya yang terletak di Blok Parenca Desa Gumulung Lebak Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon ambruk. Jembatan yang menghubungkan wilayah Selatan dan Timur Cirebon tersebut ambruk dikarenakan tanah penopang jembatannya terlkikis aliran sungai yang mengalir deras.

Kuwu Desa Lebak Mekar, Alek mengatakan, Jembatan Cikaroya yang posisinya menggantung tidak kuat bertahan dikarenakan tanah penopang jembatan terkikis aliran sungai yang berasal dari Kabupaten Kuningan.

“Akhirnya jembatan sepanjang 30 meter tidak bisa dilewati oleh warga karena ambruk.” kata Alek usai meninjau jembatan Cikaroya,

Berita terkait: Terkikis Banjir Jembatan Cikaroya Ambruk

6. Bocah berumur 2 tahun tewas akibat banjir ini

Fauzi bocah berumur 2 tahun ini ditemukan sudah tidak bernyawa setelah tenggelam di kali kecil yang berada pesis dibelakang rumah kakek nya di dusun 1, Rt 01 Rw 01 desa Gembingan, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, Jumat (23/2/18) sekitar pukul 11.00 WIB.

Informasi yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com menyebutkan, tewasnya Fauzi, diduga karena terbawa arus banjir.

Anak dari pasangan Karya (42) dan Siti Rohmah (45) itu awalnya hilang dan sempat dicari oleh sang ibu. Ibu korban saat itu hanya menumukan sandal dan bola milik anaknya.

Berita terkait: Akibat Banjir Balita Tewas Tengelam

7. sejumlah pihak ini mulai memberikan bantuan kepada korban banjir

Korem 063/SGJ menyampaikan Komandan Korem (Danrem) turut ambil partisipasi dan koordinasi langsung terjun ke lokasi banjir.

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 063/SGJ PD III Siliwangi, Nyonya Erna Veri Sudijanto Sudin beserta jajaran melakukan kunjungan di lokasi banjir.

Berita terkait: Soal Banjir di Cirebon, Korem 063/SGJ Ikut Ambil Partisipasi

Pemkot Beri Bantuan Korban Banjir Suba

Di sisi lain, pemerintah kota (Pemkot) Cirebon langsung memberikan bantuan langsung ke warga yang terdampak banjir luapan aliran sungai Suba, Jumat (23/2/2018) malam.

“Pemkot beri bantuan langsung ke warga yang terdampam banjir,” kata Supervisor pengendalian operasi Kantor Pengendalian Bencana Daerah (KPBD) Kota Cirebon,  Aji,  saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2/2018) pagi.

(mar/pojokjabar)

 


loading...

Feeds