Bisnis Esek-esek Online Marak di Cirebon, Ini Pengakuan Dina

ILUSTRASI DUNIA MALAM: Wanita semakin terbiasa dengan dunia malam dan seks bebas.

ILUSTRASI DUNIA MALAM: Wanita semakin terbiasa dengan dunia malam dan seks bebas.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Cirebon dikenal dengan wisata religi dan sebagai Kota Wali. Namun, siapa sangka disisi lain bisnis esek-esek juga berkembang pesat di Cirebon.

Pertumbuhan ekomomi yang pesat di Cirebon, tentu diimbangi dengan gaya hidup masyarakatnya. Tempat hiburan malampun banyak tumbuh bak jamur dimusim hujan. Begitu juga bisnis esek-esek yang turut melengkapi perkembangan gaya hidup. Tidak lagi konvensional, wanita-wanita malam sudah memanfaatkan kemajuan teknologi guna menarik calon konsumennya.

Di dunia maya, mereka secara terang-terangan menawarkan untuk berkencan lengkap dengan tarif perjamnya. Dari penelusuran Pojokjabar.com, setelah berkomunikasi melalui sosial media dan disepakati tarif perjamnya, mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta per jamnya. Komunikasi pun berlanjut dengan mengunakan nomer Whatsapp (WA), untuk menentukan lokasi berkencan, ada beberapa tempat pilihan seperti hotel maupun tempat kosan.

Menurut pengakuan Dina (nama samaran) dirinya selalu memanfaatkan media sosial untuk mencari pelanggan, karena lebih mudah dan tidak memakai jasa germo. Selain itu, wanita yang masih berusia 19 tahun ini, merasa lebih aman aktif di media sosial ketimbang mangkal di tempat hiburan malam.

“ kalau mencari pelanggan pakai media sosial kalau udah sepakat deal baru kita bertukar nomer WA,” kata Dina juga berstatus seorang mahasiswsi disalah satu perguruan tinggi swasta di Cirebon.

Baca juga: Bisnis Esek-esek Online Marak di Cirebon, Ini Pengakuan Dina

Dina melanjutkan dalam sehari, dirinya membatasi jadwal berkencan hanya tiga pelanggan yang mau di layani oleh Dina, lantaran kesibukannya yang masih berkuliah. Dina sendiri memasang tarif Rp 1 juta perjamnya, jadi dalam sehari Dina mampu mengumpulkan Rp5juta sudah termasuk uang fee, karena dianggap dapat memuaskan pelangan.

“Saya sehari cuma tiga pelangan, gak lebih, kalau mereka puas biasanya bayarnya ngasih lebih, termasuk uang servis,” turur Dina.

Dina mengaku menjalani bisnis esek-esek ini, lantaran butuh untuk membiayai kuliah serta pendidikan kedua adiknya. Bisnis ini sudah di jalani Dina sejak setahun silam saat kedua orang tuanya bercerai. Untuk menjaga keamanan agar tidak diketahui oleh orang lain, Dina biasanya memilih pelanggan yang sudah berumur, dan tidak pernah mau bila diajak kencan dengan umur yang sebayanya.

“Yah nikmati aja, saya kan butuh buat kuliah, sekolah adik, makan sehari-hari, kalau gak gini cari dimana, takut ketawan sih, makanya saya milih-milih pelanggan, kalau umurnya sebaya ama saya, langsung saya tolak, saya carinya yang berumur karena gak bakalan cerita kemana-kemana,” tutur Dina

Belakangan ini, Dina mengaku agak sulit mencari pelanggan, karena banyak pendatang baru dan bersaing harga. Untuk itu, Dina selalu berusaha memuaskan pelanggannya agar tidak lari, kependatang baru.

“Sekrang kan banyak pendatang baru masih pada ABG, tarif juga dibawah. Tapi kalau pelanggan udah puas ama kita, gak bakal lari,” ujar Dina

(dat/pojokjabar)


loading...

Feeds

Syahrini

3 Alasan Syahrini Belum Juga Menikah

Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini. Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski …