Ini Lonceng Gajah Mungkur Keraton Kanoman, Penanda Waktu Salat

Lonceng Gajah Mungkur Kesultanan Kanoman Cirebon yang memiliki fungsi sebagai penanda waktu salat. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Lonceng Gajah Mungkur Kesultanan Kanoman Cirebon yang memiliki fungsi sebagai penanda waktu salat. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Di Keraton Kanoman, pada Langgar Alit (mushalla kecil) terdapat lonceng bernama Gajah Mungkur. Lonceng tersebut memiliki fungsi yakni penanda masuk waktu salat.

Berdasarkan cerita abdi dalem Kanoman Farihin (23), lonceng tersebut pemberian pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1815, saat itu gubernur dipimpin Raffles. Selain itu, fungsi pemberian lonceng sebagai tanda bahwa kesultanan Kanoman tidak lagi menjadi sebuah pemerintahan Cirebon.

“Mulai saat itu kolonial Belanda yang Gubernurnya dipimpin Raffles memberikan lonceng kepada kesultanan Kanoman yang saat itu rajanya Sultan Muhammad Qomaruddin,” kata abdi dalem keraton, Farihin Senin (19/2/2018).

Sementara itu, Hasbiyallah, Dosen Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) IAIN Syekh Nurjati Cirebon mengungkapkan, pemberian pemerintah kolonial Belanda kepada kesultanan Cirebon sangat banyak. Seperti pedang, meriam, dan perlengkapan perang lainnya.

“Selain itu juga kolonial Belanda banyak lain benda-benda yang dihadiahi ke kesultanan Cirebon. Semua itu tidak lain memiliki kepentingan politis,” terang Hasbiyallah.

Kemudian, saat 1950 an lonceng Gajah Mungkur mulai beralih fungsi dari mendakan waktu salat, menjadi peringatan tradisi Panjang Jimat ketika Jimat-jimat dikeluarkan dari ruang Langgar Alit.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds

Syahrini

3 Alasan Syahrini Belum Juga Menikah

Penyanyi sensasional Syahrini membeberkan alasan kenapa dirinya belum menikah hingga saat ini. Dia mengaku punya tiga alasan belum menikah meski …