Ketua Masjid Raya At-Taqwa Cirebon: Hati-Hati dengan Perilaku di Sumur Itu

Ketua Islamic Center Cirebon (ICC) Masjid Raya At-Taqwa, Ustadz Ahmad Yani. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Ketua Islamic Center Cirebon (ICC) Masjid Raya At-Taqwa, Ustadz Ahmad Yani. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

POJOKJABAR.com, CIREBON– Penemuan dua sumur dan makam tua di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon beberapa minggu terakhir, hingga kini masyarakat sekitar masih mengkeramatkan bangunan tersebut.

Salah satunya adalah air dua sumur yang bernama Kilayung dan Silayung. Dijelaskan, bahwa kedua sumur tersebut dipercaya masyarakat sekitar memiliki unsur keramat seperti mendapat keberkahan dan bisa penyembuhan berbagai jenis penyakit.

Terkait stigma masyarakat yang berkembang seperti itu, akhirnya ketua Islamic Center Cirebon (ICC) Masjid At-Taqwa, Ustadz Ahmad Yani, M.Ag, angkat bicara. Bahwa, dijelaskannya, hal tersebut masyarakat harus hati-hati dengan perilaku kemusyrikan.

“Jadi secara agama, sebebenarnya kita harus mengkhususkan dalam arti mengkultuskan,  bahwa sekiranya situs tersebut ada sesuatunya ini sebagai umat Islam harus hati-hati agar tidak terjebak pada perilaku yang menjurus pada kemusyrikan,” kata Ahmad Yani, mengungkapkan kepada Pojokjabar.com, Jum’at (2/2/2018).

Selain itu, laki-laki yang akrab disapa Kang Yani ini berharap, kepada penyuluh agama terlebih ustadz dan cenfekiawan setempat agar bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar.

Berita terkait: Warga Cirebon: Kami Ambil Bekah dari Air Sumur Kilayung, Ini Bukan Tindakan Kemusyrikan!

“Oleh karena itu, kepada penyuluh agama terutama ustadz, cendekiawan muslim, di tempat harus ikut serta memberikan pencerahan. Dan, kemudian, nanti ke depan kalau ada sebagian yang mengkramatkan itu harus hati-hati, dalam arti tidak terjebak pada perilaku syirik,” terang Kang Yani.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds