Warga Cirebon: Kami Ambil Bekah dari Air Sumur Kilayung, Ini Bukan Tindakan Kemusyrikan!

Warga sedang mengambil air dari sumur tua diduga memiliki unsur keramat di halaman rumah Ruswiyanto (50), Blok Maju, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Warga sedang mengambil air dari sumur tua diduga memiliki unsur keramat di halaman rumah Ruswiyanto (50), Blok Maju, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

POJOKJABAR.com, CIREBON– Warga dari berbagai daerah kini berbondong-bondong mendatangani tempat penemuan sumur dan makam tua di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Kamis (1/2/2018) sore.

Mereka datang ke tempat itu untuk bisa mengambil air menggunakan kantong plastik, drigen dan juga botol aqua. Bahkan, tidak hanya itu, mereka pun membawa anak-anak guna muka dan bagian tubuh lainnya diusapi air yang kini mulai dikeramatkan.

Adalah Rokesih (38), warga Desa Bakung, Kecamatan Jamblang, ia mesti mengantre dengan warga lainnya untuk bisa mendapatkan air keramat tersebut. Meskipun ia rela berdesak-desakkan, berharap jerigen yang dibawanya bisa terisi dengan air sumur yang diketahui bernama Kilayung.

Fenomena tersebut diduga akan menjerumuskan para pelaku pada sifat kemusyrikan. Namun, ibu berusia 38 tahun tersebut mengklaim hanya memanfaatkan keberkahaanya dari para wali.

“Ini kan hanya memanfaatkan keberkahannya saja, bukan pada yang lain,” ujar Rokesih.

Baca juga: VIDEO! Warga Sekitar Mulai Keramatkan Air Sumur Tua Desa Tegalwangi

Seperti diketahui, situs yang berisi tiga kuburan dan dua sumur ini, yang menjadi perhatian banyak warga mengenai dugaan kemanfaatan air adalah sumur Kilayung, karena, menurut salah satu penemu dari situs tersebut, hanya sumur Kilayung yang bisa dimanfaatkan airnya, karena sumur satunya benama Silayung akan dikuras beberapa hari ke depan.

“Untuk yang sekarang dimanfaatkan adalah sumur Kilayung, karena airnya bersih. Sementara satunya, sumur Silayung, tidak bisa dimanfaatkan sebab hendak dikuras beberapa hari ke depan,” ujar Ruswiyanto, penemu sekaligus pemilik lahan.

Sumur Kilayung dan Silayung, akhirnya kini menjadi buah bibir masyarakat Cirebon. Masyarakat kini mulai berebut mendapatkan air dengan menggunakan kantong plastik, jerigen dan juga botol aqua. Untuk kemudian dibawa ke rumah guna mengambil keberkahan dari air itu. Bahkan, mereka menganggap hal dilakukannya bukan dugaan perilaku menjerumus terhadap kemusyrikan.


(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds