VIDEO! Warga Sekitar Mulai Keramatkan Air Sumur Tua Desa Tegalwangi

Warga tampak berebut air sumur tua di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, yang ditemukan beberapa minggu kemarin. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

Warga tampak berebut air sumur tua di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, yang ditemukan beberapa minggu kemarin. Foto: Alwi/pojokjabar.com.

POJOKJABAR.com, CIREBON– Penemuan sumur dan makam tua yang diduga berasal dari abad ke-15 Kesultanan Islam Cirebon, di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru. Warga sekitar kini mulai mengeramatkan air sumur tersebut.

Dari informasi berhasil dihimpun Pojokjabar.com di lapangan, warga datang berbondong-bondong mengerumuni sumur tersebut guna melihat air di dalamnya dan mengambil keberkahan dari manfaat air tersebut.

Selain itu, warga juga mempercai air tersebut dapat mendatangkan keselamatan serta bisa menjadi media menyembuhkan berbagai penyakit.

“Ya, saya mengetahui ada penemuan sumur tua berasal dari warga sekitar yang geger. Makanya saya datang ke sini, ingin mengambil keberkahan dari air sumur itu. Ya, mudah-mudahan harapannya sih bisa panjang umur, sehat dan sukses,” ujar Rokesih (38), warga Desa Bakung, mengungkapkan kepada Pojokjabar.com di lokasi.

Selain Rokesih, hal yang sama juga dikatakan Dati (40). Ibu dari Desa Pasanggrahan Plumbon ini, ia datang bersama anaknya untuk bisa minum air sumur tersebut, sebagai perantara bisa sehat dan panjang umur. Selain itu, ia juga membawa satu drigen air untuk bisa dibawa pulang ke rumah.

Baca juga: VIDEO! Temuan Makam dan Sumur dari Kerajaan Cirebon Gegerkan Warga Tegalwangi

“Tadi saya ingin memandikan anak saya dengan air sumur itu, tapi anak saya malu karena sudah besar. Ya, jadi saya bawa satu jerigen untuk bisa dibawa ke rumah,” tutur ibu 40 tahun ini.

Warga yang mulai mengeramatkan air sumur tua yang diduga peninggalan Kesultanan Islam tersebut, berdatangan dar berbagai usia baik anak-anak dan dewasa. Merea datang berebut untuk bisa mendapatkan air tersebut, seperti untuk mengusapi muka dan kepala hingga meminumnya sebagai media penyembuhan. Bahkan ada mengatakan hal demikian mendekati dengan sifat kemusyrikan.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds