VIDEO! Temuan Makam dan Sumur dari Kerajaan Cirebon Gegerkan Warga Tegalwangi

Warga dan anak-anak berbondong-bondong datang ke  tempat penemuan makam dan sumur tua di Desa Tegalwangi untuk mengambil air sebagai keberkahan./Foto: Alwi.

Warga dan anak-anak berbondong-bondong datang ke tempat penemuan makam dan sumur tua di Desa Tegalwangi untuk mengambil air sebagai keberkahan./Foto: Alwi.

POJOKJABAR.com, CIREBON– Warga Blok Maju RT/RW 012/03, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, digegerkan dengan temuan makam dan sumur tua. Diduga berasal dari Kerajaan Cirebon abad ke 15.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Pojokjabar.com di lapangan, penemuan tersebut bermula dari seorang warga bernama Ruswiyanto (58), saat menggali tanah di depan rumahnya untuk membuat pondasi rumah. Ruswiyanto pun kaget, ketika cangkul mengeduk tanah tiba-tiba terbentur benda keras, yakni batu bata yang sudah tersusun rapi.

“Awalnya saya hendak membangun pondasi rumah pada tanah yang di depan rumah saya. Tiba-tiba pas digali, cangkul membentur benda keras, yakni batu-bata yang sudah tersusun rapi,” kata Ruswiyanto, menuturkan kepada Pojokjabar.com, Kamis (25/1/2018).

Kemudian, saat penemuan, warga pun berbondong-bondong untuk melihat, dan akhirnya Ruswiyanto dengan dibantu pihak keluarganya menghentikan galian.

Sementara itu, dari pihak Keraton Kanoman, Elang Aji Nurasa, mengatakan temuan tersebut terdiri dari tiga makam dan dua sumur bernama Sinayung yang berbentuk kotak, dan Kinayung berbentuk bulat.

Baca juga: 9 Kali Lonceng Dibunyikan, Ritual Panjang Jimat di Keraton Kanoman Dimulai, Apa Maknanya?

“Semua itu asli berasal dari masa kerajaan Sunan Gunung Jati, abad ke 15,” jelas Elang Aji.

Kemudian, Elang Aji pun menegaskan, dari ketiga makam tersebut yang satu berbentuk panjang bernama Ki Depa, dan dua lainnya petilasan Nyi Ageng Mantro buyut Desa Tegalwangi dan Ki Sentana, salah satu pengikut Sunan Gunung Jati.

“Yang ditemukan itu semua adalah sejarah peteng dari sejarah Cirebon, yang selama ini tidak banyak diungkap banyak orang,” tegas Elang Aji.

Hingga saat ini, kondisi makam dan sumur tersebut sepenuhnya masih belum digali karena sebagian tanah masih menutupi.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds