Ini Isi Kabar Gembira dari Polres Cirebon buat Penghafal Quran

PELUANG: Dari kiri ke kanan Kepala Urusan Pers Bagian Sumda Polres Cirebon Kota Iptu Ningning Teja Perdani, Ketua Attaqwa Centre H Ahmad Yani MAg dan Ketua RTQ Attaqwa H May Dedu Lc MESy, asat sosialisasi Bimbingan Latihan Calon Anggota Polri, Jumat (12/1). Foto: RTQ for Radar Cirebon

PELUANG: Dari kiri ke kanan Kepala Urusan Pers Bagian Sumda Polres Cirebon Kota Iptu Ningning Teja Perdani, Ketua Attaqwa Centre H Ahmad Yani MAg dan Ketua RTQ Attaqwa H May Dedu Lc MESy, asat sosialisasi Bimbingan Latihan Calon Anggota Polri, Jumat (12/1). Foto: RTQ for Radar Cirebon

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON– Penghafal Alquran kini mendapat ruang untuk bergabung dengan Polres Cirebon dengan menjadi anggota kepolisian.

Hal ini diungkapkan Kepala Urusan Pers Bagian Sumda Polres Cirebon Kota, Iptu Ningning Teja Perdani dalam sosialisai Bimbingan dan Latihan Calon Anggota Polri Akpol, Brigadir, dan Tamtama di Ruang Madya Attaqwa Centre.

Sosialisasi tersebut juga diikuti oleh santri RTQ Attaqwa. Adapun santri yang mengikuti sosialisasi ini mereka yang sudah masuk SMA atau sudah lulus. “Islam dan kepolisian pada hakikatnya  memiliki kesamaan visi dan misi, yaitu menjaga dan memberikan rasa aman dan damai bagi kahidupan,” tutur Ketua RTQ At-Taqwa, H May Dedu Lc MESy, kepada Radar, Jumat (12/1).

May menjelaskan, Islam merupakan institusi dari Allah untuk manusia. Sedangkan kepolisian dari manusia untuk manusia. Tujuannya sama yakni, terciptanya kehidupan yang aman dan damai.

Sehingga penting bagi kedua lembaga ini harus bersinergi untuk mewujudkan tujuan tersebut. “Adanya peluang bagi santri yang hafal Alquran ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya sosialisasi ini santri bisa tertarik dan menjadi anggota polisi. Hal ini sekaligus memberikan semangat kepada para santri untuk meningkatkan kualitas hafalan.

Sementara itu, Ketua Attaqwa Centre, H Ahmad Yani MAg menyambut baik dengan adanya program ini. Ia berharap ke depan banyak anggota polisi yang hafal Alquran.

“Untuk masuk surga itu tidak melulu ibadah, melainkan masih ada cara lain. Kita salat merasa aman dan nyaman, itu karena polisi yang menjaga jamaah, mereka boleh menunda salat berjamaah demi kenyamaan orang-orang lainnya,” tuturnya.

(mar/rc/pojokjabar)


loading...

Feeds