Setelah Tiga Tahun di Indonesia, WNA Ini Berhasil Diamankan Imigrasi Cirebon

Kepala Imigrasi Kelas II Cirebon, Muhammad Tito Andrianto dan petugas lainnya sedang menunjukan dokumen dimiliki NDJ (52) WNA asal Filipina./Foto: Alwi.

Kepala Imigrasi Kelas II Cirebon, Muhammad Tito Andrianto dan petugas lainnya sedang menunjukan dokumen dimiliki NDJ (52) WNA asal Filipina./Foto: Alwi.

Cari Aman

POJOKJABAR.com,CIREBON– Petugas pengawasan keimigrasian Kelas II Cirebon berhasil mengamankan satu orang WNA asal Filipina di Karang Malang, RT 016/004, Desa Lohbener, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

WNA tersebut berinisial NDJ (52), yang datang ke Indonesia dengan menggunakan Bebas Visa Kunjungan Singkat (BVKS), dengan masa berlaku 30 hari.

Kepala Kantor Keimigrasian Kelas II Cirebon, Muhammad Tito Andrianto, mengatakan WNA tersebut datang ke Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 8 Juni 2014.

“Jadi yang bersangkutan telah lama di Indonesia, selama tiga tahun,” ungkap Muhammad Tito, kepada Pojokjabar.com, Rabu (10/1/2018) sore.

Dilanjutkan Tito, WNA tersebut datang ke Indonesia untuk bertemu 4 orang anaknya. Dikarenakan, kata Tito, isterinya berinisial P sedang bekerja di Oman, Arab Saudi, sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW).

Baca juga: Operasi “Telik Sandi” Imigrasi Cirebon Wilayah III Dapati 86 WNA

“Jadi, sekarang isterinya bekerja di Saudi Arabia, Oman. Dan sekarang warga negara asing (WNA) ini atau suaminya ini menjaga anaknya,” tambah Tito.

Selanjutnya, Tito menjelaskan, WNA yang sudah 3 tahun berada di Indonesia ini, pihaknya akan melakukan tindakan pemeriksaan lanjutan dan akan mendeportasi WNA tersebut.

“Tindakan selanjutnya kita akan melakukan pemeriksaan dan melakukan deportasi,” terang Tito.

Kemudian, Titi juga melanjutkan, NDJ sendiri terancam dengan Pasal 78 huruf (3) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasiaan dengan ancaman hukuman berupa deportasi dan penangkalan.

“Dugaan sementara yang bersangkutan melanggar Pasal 78 huruf (3) UU No. 6 Tahun 2011 tentang keimigrasiaan,” pungkasnya.

(alw/pojokjabar)


loading...

Feeds

LGBT

Cianjur Perlu Perda LGBT

Mazolat berharap, pekerjaan rumah yang tak mudah ini membutuhkan kerjasama dari masyarakat dan pemkab Cianjur.