Waduh, Warga Cirebon Rayakan Libur Natal Bakal Sambil Diguyur Hujan, Waspada Bahaya Ini

Hujan deras di cirebon mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami kebanjiran

Hujan deras di cirebon mengakibatkan sejumlah ruas jalan mengalami kebanjiran


POJOKJABAR.com, CIREBON – Perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 bisa berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Hal itu lantaran pada akhir bulan Desember hingga Februari nanti sudah masuk dalam puncak musim hujan.

Forecaster BMKG Jatiwangi, Ahmad Faa Izyin mengatakan saat memasuki puncak musim hujan, setiap harinya memiliki potensi hujan dengan curah hujan di atas 50 mm/hari.

“Curah hujan meningkat. Berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat,” ungkap Faiz kepada Radar Cirebon.

Menurut Faiz, potensi hujan lebat ini biasanya juga disertai dengan angin kencang dan juga petir.
Untuk hujan lebat intensitas curah hujan yang turun di atas 50 mm/hari. Dan pada bulan Desember ini intensitas curah hujan semakin meningkat.

Curah hujan naik dengan kategori tinggi di atas angka 300 mm/bulan. Curah hujan bulan ini meningkat dari bulan November yang hanya 150-200 mm/bulan.

“Di bulan Januari hingga Februari bisa jadi meningkat sampai 400 mm. Itu katergori tinggi,” kata Faiz.

Maka dari itu, BMKG Stasiun Jatiwangi mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, maupun longsor. Hal ini lantaran wilayah Cirebon dan sekitarnya berpotensi hujan lebat terutama di daerah rawan banjir dan longsor.

“Bagi warga yang berada di daerah dataran tinggi, daerah cekungan, bantaran kali atau sungai, perbukitan, lereng-lereng dan pegunungan, tetap harus mewaspadai banjir dan juga longsor,” katanya.

Dia juga mewanti-wanti terhadap potensi puting beliung dan potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon maupun papan reklame/baliho tumbang.

Serta yang berbahaya lagi bagi nelayan yang memiliki kapal berukuran kecil. Diminta agar tidak melaut terlebih dahulu.

“Selama musim hujan jika melihat awan-awan hujan bewarna hitam keabu-abuan pekat, harus waspada. Karena itu bisa berpotensi puting beliung, potensi hujan disertai angin kencang dan petir,” ujarnya.

Maka dari itu, dia mengimbau warga tak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat atau petir. Sebab dengan adanya angin kencang dan petir bisa saja terjadi pohon tumbang hingga terkena petir. Pihaknya juga meminta warga tetap waspada terhadap peningkatan ketinggian gelombang laut yang bisa mencapai lebih dari 2,5 meter.

Dalam update perkembangan prakiraan cuaca, BMKG merilis untuk wilayah Cirebon terjadi hujan pada waktu siang hingga malam hari, mulai pukul 13.00 WIB hingga 01.00 dini hari. Waktu siang dan malam hari ini punya potensi hujan lebih besar daripada pagi hari.

Karena memasuki musim hujan, suhu udara juga turun di antara 22-30 derajat celcius. Dengan kecepatan angin sekitar 30 km/jam yang bertiup ke arah barat.

Sementara kelembapan udara berkisar antara 60-95 persen. Untuk arus laut mengarah ke timur dengan kecepatan 5-25 cm/detik dengan ketinggian gelombang laut antara 0,2 sampai 1 meter.

(jml/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds