Benarkah Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg Hoax? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Antre Gas Elpiji 3 kg (ilustrasi

Antre Gas Elpiji 3 kg (ilustrasi

Cari Aman

POJOKJABAR.com, CIREBON – Isu tentang kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Cirebon dianggap hoaks oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Karena secara distribusi, gas melon itu sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat di Kabupaten Cirebon.

Kabid LPG Hiswana Migas Cirebon Fauzi Hasan menyatakan, kelangkaan gas melon sedang menjadi isu hangat di lapangan. Tetapi, secara distribusi sebenarnya sudah cukup.

“Di bulan Desember ini kita sudah sediakan sejuta lebih gas elpiji melon. Itu sudah cukup dan tidak terjadi kelangkaan,” katanya.

Fauzi menjelaskan, penyebab kelangkaan itu sendiri karena disebabkan banyaknya pemberitaan tentang kelangkaan gas. Sehingga memicu masyarakat untuk memborong gas elpiji. Karena itu pihaknya akan mengawasi langsung di lapangan.

Sementara itu, terkait isu harga gas melon yang naik Disperindag Kabupaten Cirebon hanya mematok pangkalan dengan harga maksimal Rp 16.000. Sedangkan untuk harga eceran tertnggi (HET) ke pedagang disperindag tidak bisa mencapainya.

“Sebetulnya melalui Perbup No. 35 Tahun 2017 sudah diumumkan HET, baik di tingkat agen maupun pangkalan, maksimal Rp 16.000. Yang terjadi sekarang di lapangan harganya mencapai 20.000-22.000 itu di tingkat pengecer yang tidak dijangkau peraturan bupati itu,” kata Kadisperindag Kabupaten Cirebon Deny Agustin.

Fauzi Hasan juga menyampaikan, bila ada agen dan pangkalan yang menjual lebih dari harga Rp 16.000, maka akan ditindak tegas.

“Pertama dilakukan pembinaan, kemudian peringatan, kalau masih membandel, pemutusan kerja sama,” tegasnya.

(cecep/pojokjabar)


loading...

Feeds

LGBT

Cianjur Perlu Perda LGBT

Mazolat berharap, pekerjaan rumah yang tak mudah ini membutuhkan kerjasama dari masyarakat dan pemkab Cianjur.