Ratu Raja Arimbi Dicuekin Pemda Cirebon, Kenapa?

Ratu Raja Arimbi Nurtina, Juru bicara (Jubir) Keraton Kanoman./Foto: Alwi

Ratu Raja Arimbi Nurtina, Juru bicara (Jubir) Keraton Kanoman./Foto: Alwi


POJOKJABAR.id, CIREBON-Juru bicara (Jubir) Keraton Kanoman Ratu Raja Arimbi Nurtina merasa pihaknya belum diperhatikan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi dan melestarikan kebudayaan wariskan leluhur. Pasalnya, belum ada aturan yang dibuat pemerintah dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan.

“Perhatiannya belum maksimal dirasakan oleh kami karena belum ada aturan yang melakukan action lebih jauh,” kata Ratu Raja Arimbi kepada Pojokjabar.id, mengaku.

Katanya, seharusnya pemerintah lebih jeli lagi melihat fenomena-fenomena kebudayaan dan tradisi masyarakat Cirebon yang diwariskan leluhur sebagai jati diri bangsa dan dibuat aturannya untuk bisa dilestarikan.

“Tentunya dibuat dengan peraturan-peraturan yang berlaku yang tidak bertentangan dengan undang-undang dan adat yang berlangsung di daerah masing-masing,” sambungnya.

Selain itu, dirinya berharap, agar pemerintah ke depannya dapat melindungi dan melestarikan kebudayaan dan trasidisi masyarakat Cirebon karena di dalamnya mengandung filosofis.

“Tentunya pemerintah daerah bisa jeli melihat konteks yang ada di dalam kebudayaan Cirebon sendiri. Sehingga apabila memang menjadi esensi yang penting tentunya harus dilindungi, dilestarikan, bila perlu bisa dikembangkan. Karena di dalamnya ada filosofi yang amat baik,” tandasnya.

(alw/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds