Pemindahan Makam di Cianjur, 5 Jasad Sempat Terlantar Akibat Belum Bayar Lahan

Lima jasad Kampung Rawasari Rt04 Rw03 Desa Gunungsari Kecamatan Ciranjang, yang sempat terlantar. (Ist)

POJOKJABAR.id, Cianjur – Sedikitnya 42 makam yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) seluas 420 meter persegi milik warga Kampung Rawasari,RT 04 RW 03, Desa Gunungsari, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur dibongkar petugas dari PT Berkat Selalu Mengalir (BSM).


Pasalnya lahan TPU tersebut akan dipindahkan ke lahan kosong yang lokasinya tak jauh dari pemakaman semula dengan cara tukar guling (rislah) dengan PT BSM yang diketahui merupakan perusahaan yang bergerak di bidang ayam petelur.

Agus Sunandar (50) salah satu ahli waris mengatakan, warga pun sepakat dengan rencana tersebut, yang terpenting bagi pihak keluarga pemindahan jasad yang dibongkar pihak keluarga tidak lagi mengeluarkan biaya apapun dan sudah dikuburkan di tempat pemakaman baru dengan kondisi selayaknya.

Akan tetapi dari kenyataannya jajaran pihak pengusaha melakukan jauh yang diharapkan pihak keluarga, karena pembongkaran makam didahulukan dengan menggunakan alat berat sedangkan lahan penggantinya belum dibayar, hingga didapati lima jasad yang sudah dibongkar terlantar di kebun bambu.


Baca Juga : Sungai Cikondang Meluap, Sejumlah Desa di Cianjur Diterjang Banjir

Setelah diketahui seperti itu, maka pihak keluarga yang makamnya dibongkar, langsung mendatangi pimpinan pihak PT BSM.

“Kami meminta, agar lahan untuk pengganti pemakaman umum segera dibayar supaya jasad yang terlantar segera dimakamkan sesuai aturan syariat Islam,” kata Agus.

Selang waktu empat jam pihak perusahaan langsung membayar lahan pengganti untuk pemakan tersebut dan lima jasad yang terlantar saat itu pula langsung dimakamkan oleh petugas yang dikuasakan pihak pengusaha.

Sementara itu, HRD PT BSM, Darsum Ahmad Rianto memaparkan, membeli lahan pemakaman umum tersebut, bukan keinginan pihak perusahaan, melainkan masyarakat menawarkan pada perusahaan.

Pihak perusahaan siap membelinya asal hasil kesepakatan masyarakat itu sendiri.

“Setelah sepakat maka pihak kami langsung menjanjikan akan membayarnya pada Senin 5 September 2022, ternya warga langsung membongkar pemakaman yang jasadnya akan dipindahkan ke lahan yang mereka akan beli, karena adanya miskomunikasi maka terjadi sedikit ricuh, tapi setelah dibayar maka lima jasad yang sudah dibongkar saat itu pula dimakamkan di lahan yang baru,” ungkapnya. (rc/pojokjabar)