Diduga Hilang Konsentrasi, Truk Seruduk Belasan Motor di Cianjur

Truk Fuso menyeruduk belasan motor di sekitar Pasar Gekbrong Cianjur. (Ist)

POJOKJABAR.id, Cianjur – Sebuah truk Fuso menabrak empat belas sepeda motor di Jalan Raya Sukabumi–Cianjur tepatnya di Kampung Gekbrong, Desa Gekbrong, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur, tepatnya di sekitar Pasar Gekbrong pada Selasa (06/09/2022) sekira pukul 09.15 WIB.


Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan tersebut. Hanya saja ada satu orang yakni pengendara sepeda motor yang mengalami luka ringan.

Kanit Gakkum Polres Cianjur, Iptu Hadi Kurniawan mengatakan, kejadian bermula ketika truk yang dikemudian Hendri (32) warga Bandung melaju dari arah Sukabumi menuju Cianjur.

Sewaktu menempuh jalan lurus dan menurun kemudian menabrak empat belas sepeda motor yang berlawanan arah.


Baca Juga : Imbas Kenaikan Harga BBM di Cianjur, Puluhan Sopir Angkot Warungjengkol Mogok Beroperasi

“Jadi menabrak belasan motor. Bahkan ada satu motor sedang terparkir di bahu jalan sebelah kiri dari arah Sukabumi menuju kearah Cianjur depan pasar Gekbrong juga tertabrak,” katanya.

Iptu Hadi Kurniawan menambahkan, kecelakaan tersebut diduga terjadi karena hilangnya konsentrasi sopir truk.

“Diduga hilang kendali terjadi tabrakan Mitsubishi Fuso Nopol B-9123-F yang dikemudikan sang sopir,” pungkasnya.

Sementara itu, warga Desa Gekbrong Asep (46) mengatakan, saat kejadian banyak warga yang sedang berbelanja di Pasar Gekbrong. Bahkan tidak sedikit pembeli yang tengah antre berbelanja di lapak pedagang tepat di sekitar pasar.

Namun, tiba-tiba, truk yang semula melaju dengan kecepatan lambat karena macet itu mengalihkan laju kendaraan ke kiri jalan dan menabrak 14 sepeda motor yang sedang terparkir.

“Suara benturannya cukup keras dan membuat pengunjung pasar kaget, karena kan yang ditabrak tidak satu, tapi belasan sepeda motor secara beruntun,” kata dia, Selasa (6/9/2022).

Beruntung dari belasan motor yang diseruduk truk tersebut, ada beberapa sepeda motor yang masuk dan mengganjal bagian depan truk.

“Kalau tidak terganjal, bisa mengakibatkan banyak korban jiwa, karena kondisinya memang ramai pembeli,” ungkapnya. (*/pojokjabar)