Kasihan, Puluhan Siswa SD di Desa Sukaluyu Cianjur Harus Seberangi Sungai untuk Sekolah

(Foto: Istimewa)

POJOKJABAR.id, Cianjur – Puluhan siswa SD Padawaras, Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Cianjur, harus bertaruh nyawa dengan menyeberangi untuk pergi dan pulang sekolah.


Setiap harinya mereka terpaksa harus menyeberangi sungai Ciujung yang berada di Desa Sukaluyu dengan arus sungai deras berjarak 100 meter. Lantaran sudah lama jembatan gantung sebagai akses satu-satunya warga hanyut terbawa banjir bandang.

Aksi nekad siswa maupun warga dengan menerobos air sungai yang kerap meluap akibat banjir bandang itu, menjadi pemandangan yang biasa bagi warga sekitar.

Baca Juga : Dibangun di Waduk Calincing, Ini Dia Jembatan Apung Pertama Cianjur


Namun membuat orang yang baru melihatnya akan mengerutkan dahi, serta menggelengkan kepala dengan keberanian anak-anak itu demi mendapatkan ilmu pengetahuan dari sekolah.

Salah seorang Guru SDN Padawaras, Eyep (48) mengatakan, setiap hari anak-anak itu harus menyeberangi sungai karena lokasi sekolah beda kecamatan.

Meski ada rakit (perahu), namun tak sedikit anak- anak tetap memilih melintas dengan berjalan menyeberangi sungai.

“Kalau musim hujan turun kasihan sama anak-anak, karena air sungai sering meluap banjir, sehingga banyak anak-anak yang tidak masuk sekolah, karena tidak ada jalan lagi,” katanya, Minggu (31/7/2022).

Eyep menuturkan, bahwa sejak tahun 2018 jembatan gantung yang merupakan akses satu-satunya warga menghubungkan antar kecamatan, yakni Kecamatan Cikadu, Kecamatan Cidaun dan Kecamatan Naringgul, hanyut akibat banjir bandang.

“Jadi sejak jembatan tersebut roboh, hingga saat ini belum ada pembangunan baru, baik dari Pemkab maupun Provinsi,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada pemerintah, baik itu pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk membangun kembali akses jembatan.

“Kami sangat berharap pemerintah untuk segera membangun kembali jembatan, apalagi jembatan permanen. Karena sebagai akses satu-satunya bagi warga,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sukaluyu, Wahyu mengaku telah beberapa kali mengajukan pembangunan jembatan gantung baru. Namun hingga saat ini belum pernah terealisasi.

“Warga kami sangat kesulitan karena tidak ada jembatan, setiap harinya harus naik rakit ada juga yang nekad menyebrang turun ke sungai,” kata Wahyu.

Menurut Wahyu, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan mencapai ratusan juta rupiah, sehingga jika pembangunan mengandalkan Anggaran Dana Desa (ADD) tidak akan mampu untuk tercapai.

“Saat ini warga kami dan warga lainya juga sangat kesulitan terutama dari segi ekonomi terhambat, karena tidak adanya akses jembatan untuk menjual hasil bumi,” paparnya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman menanggapi tidak adanya akses penyebrangan atau jembatan di Desa Sukaluyu Cikadu. Pihaknya menyarankan agar Kepala Desa Sukaluyu segara membuat surat pengajuan ke instansi yang menangani jembatan.

“Segera ajukan ke Dinas Perkimtan Cianjur agar segera ditindaklanjuti,” singkatnya.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur, Atep Hermawan Permana mengatakan, bahwa pihaknya akan segera mendorong pembangunan jembatan di Desa Sukaluyu, Kecamatan Cikadu.

“Komisi D akan mendorong OPD terkait agar segera membangun jembatan tersebut, karena akses jembatan itu sangat penting dan diharapkan masyarakat,” kata Atep. (rc/pojokjabar)