Kisah Wahyu OS Ciptakan Teknik Bertani Baru

POTENSIAL: Wahyu OS bersama salah seorang petani ketika berada diantara tanaman padi.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sosok Wahyu OS mungkin sudah tak asing lagi bagi sebagian orang, terutama bagi para penikmat musik di tahun 1984. Kalau dulu terkenal atas lagu-lagunya, kini ia banting setir menjadi seorang petani.

Wahyu OS yang kini tinggal di kawasan Cipanas sudah meninggalkan dunia musik. Ia banting setir menjadi seorang petani karena terpincut oleh dunia pertanian dengan menerapkan sistem tanam domino.

“Negara Indonesia ini harus terus meningkatkan ketahanan pangan. Dengan melihat segala potensi yang ada, saya jadi ingin ikut terjun ke dunia pertanian,” akunya

Wahyu bersama tim saat ini tengah mengembangkan pertanian di daerah Kecamatan Cugenang, Nagrak, Kecamatan Gekbrong, Sukaratu dengan total luas lahan sekitar 27 hektar. Lahan seluas itu, digarap oleh para petani yang berasal dari masyarakat sekitar lahan.


“Alhamdulillah bekerjasama dengan Ketua Balai Benih Gekbrong. Dari areal lahan seluas 1 hektar, saya bisa menghasilkan padi di atas tujuh ton,” katanya.

Pencipta lagu ‘Senandung Doa’ yang dinyanyikan Nur Afni Oktavia ini sudah melakukan riset pertanian lebih dari 15 tahun. Khusus di wilayah Cianjur ia lakukan riset selama 6 tahun.

“Saya ingin terus membangun sistem domino ini hingga sedemikian rupa, agar bisa meningkatkan hasil pertanian,” ujarnya.

Pengembangan sistem tanam padi domino. Wahyu OS dibantu Komunitas Masyarakat Tani Sejahtera Indonesia (KMTSI) dan PT Ina Citra Pesona. Diharapkan melalui timnya, ia bisa menjadi wadah cita-cita luhur rakyat Indonesia, untuk ikut serta dalam program pemerintah guna meningkatkan ketahanan pangan.

“Bekerjasama dengan Lembaga Koperasi Mitra Tani Parahyangan dan PT. Java Indo Mirdad, kami tengah melakukan program swasembada pangan,” pungkasnya.

(radar cianjur/fhn)