Wakil Dekan FAI Universitas Suryakancana Cianjur Beberkan Cara Menjadi Guru Besar

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Menjadi guru besar di perguruan tinggi tak semudah dibayangkan. Calon guru besar harus memenuhi beberapa persyaratan dan proses penyeleksian yang ketat dari Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi.

Wakil Dekan 1 FAI Universitas Suryakancana Cianjur Herlan Firmansyah mengatakan, menjadi guru besar sudah diatur dalam peraturan Kementrian PAN Nomor 17 Tahun 2013 tentang jabatan fungsional dosen, dan angka akreditasi bahwa seseorang yang ingin mencalonkan diri sebagai guru besar harus melalui tahapan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Memang tidak mudah harus melewati beberapa tahapan seperti melakukan penelitian, pengabdian di masyarakat, membuat buku minimal di atas 10 buku, harus S3 dan membuat jurnal internasional,” katanya.

Menurutnya, kelima syarat merupakan salah satu poin yang harus dilakukan oleh calon guru besar. Namun diantara kelima syarat tersebut yang harus diperhatikan adalah melakukan pengabdian di masyarakat dan membuat jurnal internasional.


Pengabdian di masyarakat maksudnya adalah aktif di organisasi di masyarakat baik di ormas maupun ke RT an. Sedangkan jurnal internasional setiap calon guru besar harus memiliki jaringan yang kuat di luar negeri. Pasalnya ini yang akan menentukkan layak atau tidaknya seseorang menjadi guru besar.

“Biasanya faktor penyebab gagalnya seseorang dalam mencalonkan diri sebagai guru besar adalah belum memiliki jaringan internasional,” tukas Herlan.

(radar cianjur/riz)