SPBU Cianjur Membandel Diberi Ultimatum

ILUSTRASI

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) menuding masih ada SPBU yang curang. PT Pertamina sebagai pemilik jaringan SPBU terbesar di Indonesia merespons tudingan itu dengan membuka proses pengukuran kepada media. Pihaknya kerap kali menemukan sejumlah SPBU yang membandel karena bahan bakar minyak (BBM) yang keluar dari nozzle tidak sesuai dengan takaran.

Jika berkaca pada kondisi Cianjur, keluhan masyarakat soal kurang maksimalnya pelayanan SPBU kini mulai berhembus. Tak sedikit yang mengeluhkan takaran yang tak sesuai dengan apa yang tertera di mesin hitung.

Menanggapi hal tersebut, Pengawas SPBU 34-43215 Cianjur, Devi Mulyadi mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk menegur apabila terdapat petugas yang tidak melayani masyarakat serta melakukan proses pengisian BBM yang tidak sesuai dengan prosedur.

“SOP sudah kami tempelkan di setiap tempat pengisian. Di situ tertulis jelas seperti apa prosedur yang harus dilakukan pada saat melakukan proses pengisian bahan bakar,” jelas Devi, Jumat (19/2/2016).


Secara teknis, petugas SPBU harus menunjukkan angka di pompa dalam takaran Rp 0. Nah, setelah selesai diisi, petugas SPBU wajib memperlihatkan nominal BBM yang diminta konsumen.

Pantauan Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), memang terpampang dengan jelas selembar kertas di sejumlah SPBU yang didalamnya mengatur prosedur pengisian BBM yang baik dan benar. Mulai dari petugas pengisian yang harus menanyakan berapa jumlah takaran yang akan dibeli kepada pelanggan, lalu memulai pengisian dengan angka nol. Setelah selesai, petugas kemudian menaruh kembali nozzle ke tempat yang semestinya.

“Kalau memang masih ada yang dianggap kurang pas, masyarakat punya hak untuk melakukan protes. Namun yang terpenting, masyarakat juga diharapkan lebih jeli dan teliti dalam melakukan pengisian BBM,” ungkapnya.

(radar cianjur/lan/jpnn)