Karena Ini Pasar Pasir Hayam Cianjur Masih Sepi

Pasar Pasir Hayam

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pasar Induk Pasir Hayam sampai saat ini masih terbilang sepi lantaran banyak faktor hal itu di keluhkan para pedagang mereka mengharapkan ada tindakan dari pemerintah berupa rekayasa agar keberjalanan pasar bisa ramai dikunjungi oleh para pembeli.

Salah seorang pedagang busana muslim Rahma masyarakat gang warga Rt 03 Rw 14 kecamatan Cianjur mengatakan dirinya mengaku selama pindah ke pasar induk Pasir Hayam penghasilannya menurun hingga 98 persen lantaran banyak faktor salah satunya ditinggal oleh para pelanggan lamanya, lantaran sang pelanggan tidak mengetahui keberadaan rukonya sekarang.

“Pokonya jauh sekali perbedaannya biasanya dalam sehari bisa mendapatkan omset hingga 1juta perhari tapi setelah di pindah ke sini kadang laris kadang engga,” keluh Rahma, Jumat (19/2/2016).

Ia menambahakan, faktor lain penyebab sepinya pasar lantaran ketidak kompakan para pedagang hingga kini pedagang masih saja ada yang ngeyel berjualan di pasar lama walaupun pemerintah sudah menghimbau.


“Pemerintah perlu membuat rekayasa bagaimana pun caranya salah satunya dengan mengadakan pasar malam sehingga mampu menggait para pengunjung datang kesini,” ujarnya

Sementara itu, Kepala Pasar Induk Pasir Hayam melalui Kasubag PU, Asep Kusmiadi mengatakan, meski pasar masih sepi namun keadaannya masih kondusif hingga tidak ada pedagang yang berjualan di luar zona pasar.

“Yang menjadi persoalan kini angkutan kota yang perlu di rekayasa, bisa kita bayangkan kenapa Pasar Bojongmeron dengan Pasar Induk dulu ramai dikunjungi posisinya lebih strategis semua jurusan hanya satu kali naik angkot sehingga para pengunjung lebih tertarik untuk belanja ke pasar,” terangnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pihaknya kini sudah merencanakan akan mengadakan pengajian rutin yang diadakan seminggu sekali tepat hari selasa hal itu dimaksudkan untuk memikat para pedagang pihaknya berharap setelah di adakannya pengajian rutin setiap hari selasa bisa meramaikan pasar.

“Seperti halnya pengajian di Bojongherang dan di Warujajar mampu memikat para mustami begitupun disini, kita akan memakai ustadz elim untuk mengisi pengajian rutin setiap hari Selasa,” terangnya.

(radar cianjur/cr1)