Jumlah Narapidana di Lapas Kelas IIB Cianjur Menurun

IRONIS: Meski ada Pesantren At-Taubah di dalam Lapas Cianjur, tapi 22 napi positif konsumsi narkoba.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Lapas Kelas II B Pengadilan Negeri Cianjur, mencatat jumlah penghuni lapas mengalami penurunan sangat drastis dari pada tahun sebelumnya.

Hal itu berdasarkan dari hasil perbandingan data tahun 2014 yang mencatat telah menampung sebanyak 645 narapidana. Sedangkan periode tahun 2015 mencatat hanya mencatat sebanyak 637 narapidana.

“Itu dilihat berdasarkan dari hasil data Desember akhir baik tahun 2014 maupun tahun 2015,” tutur Kasubsi Registrasi dan Binkemas Lapas Kelas II B Pengadilan Negeri Cianjur, Fani Andika.

Fani menjelaskan, untuk jumlah penghuni lapas dengan status narapidana periode tahun 2014 pria sebanyak 143 orang, perempuan sebanyak dua orang. Untuk penghuni narapidana pria sebanyak 495 orang dan perempuan sebanyak lima orang.


“Sedangkan periode tahun 2015, penghuni lapas dengan status tahanan laki-laki sebanyak 142 orang, perempuan sebanyak satu orang. Status narapidana laki-laki sebanyak 487 orang dan perempuan sebanyak tujuh orang,”jelasnya.

Tak hanya itu, adapun penghuni lapas dilihat berdasarkan kewarganegaraan WNI sebanyak 635 orang, WNA sebanyak satu orang, jenis kelamin laki-laki sebanyak 629 orang, perempuan sebanyak 7 orang. Sedangkan jenis umur anak-anak sebanyak 11 orang, dewasa sebanyak 612 orang dan lansia sebanyak 13 orang.

Adapun jenis kejahatan yang dilakukan diantaranya adalah pemalsuan mata uang, perjudian, pembunuhan, pencurian, perampokan, penipuan, narkotika, korupsi kapabeanan, pidana umum, psikotropika, teroris, perlindungan anak, kehutanan, hak cipta, KDRT, senjata tajam/senjata api/bahan peledak.

“Di antara jenis kejahatan yang paling banyak kasusnya adalah kejahatan perlindungan anak yakni sebanyak 164 orang,” paparnya.

Sementara itu, untuk pelaku perlindungan anak kebanyakan berusia belasan tahun atau mulai usia SMP dan SMA.

“Tetapi ada juga pelaku yang berasal dari usia di atas 30 an, bahkan usia 60 an. Sedangkan untuk motif terjadinya kasus perlindungan anak adalah diiming-imingi hadiah,” ungkapnya.

Ditambahkanya, adapun untuk mutasi, seperti melarikan diri berjumlah sebanyak satu orang, penangguhan penahanan sebanyak 61 orang dan penahanan rumah atau kota sebanyak 18 orang.

“Untuk kasus melarikan diri saat ini kami telah memperketat penjagaan seperti memasang kamera CCTV, melakukan apel pagi dan mengecek para penghuni dengan mengumpulkannya di lapang serta mendata nama-nama penghuni satu persatu,” pungkasnya.

(radar cianjur/riz)