Penghuni Kamar Kos di Cianjur Tewas Mengenaskan

PEMERIKSAAN MEDIS : Jenazah Aceng terbaring di RSUD Cianjur, diduga kuat mengidap penyakit liver.

POJOKSATU.id, CIANJUR-Aceng (45) warga Majalaya Bandung, yang kini tinggal di Kampung Gunungcalung RT 02/19, Kelurahan Sayang, Cianjur, ditemukan tewas di rumah kos, Selasa (16/2) malam. Saat ditemukan kondisinya mengkhawatirkan, dari mulut dan hidungnya keluar darah.

Informasi dari warga setempat menyebutkan, dugaan kuat korban mengidap penyakit Liver. Korban pertama kali ditemukan oleh pemilik kontrakan Sri Mulyani (53) sekitar pukul 19.05 WIB.

Sri mengatakan, korban sudah lama sewa kontrakanya yakni hampir sekitar empat tahun lebih.

“Sehari-harinya ia jualan tali rafia ke warung-warung. Kepribadianya baik dan sedikit bicara, bahkan hubungan dengan tetangga baik selalu silaturahmi,” kata Heni panggilan akrab pemilik kontarakan.


Sebelumnya korban sempat kebagian jadwal ronda, Senin (15/2) malam. Nah sejak saat itu Aceng tak pernah kelihatan lagi, dikira pemilik kontrakan, tengah mengurung diri saja. Karena curiga tak juga kunjung kelihatan, Heni pun menghubungi RT setempat untuk mengetahui takut terjadi sesuatu pada Aceng. Nah setelah dicek ke dalam kamar kontrakannya korban ternyata terlihat tengah tertidur.

“Saat kita lihat, kondisinya tengah tidur terlentang, kakinya warna putih, kulitnya terlihat pucat dikira pertamakali ia pingsan dan sakit, bahkan tak ada kecurigaan apapun,” terang Heni.

Setelah diketahui sudah tak bernyawa, pihaknya langsung menghubungi pihak aparat kelurahan dan melaporkanya ke Kepolisian Sektor (Polsek) Cianjur. Usai dilakukan identifikasi, jenazah Aceng pun dibawa ke Pemulasaran Ruang Jenazah Forensik RSUD Cianjur.

“Malam itu juga Polisi memeriksa kamar kontrakan dimana korban ditemukan sudah meninggal dan langsung dilarikan ke RSUD,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Instalasi Pemulasaran Jenazah Kedokteran Forensik RSUD Cianjur, Jajat Multazam membenarkan, jika pihaknya menerima jenazah korban warga Kelurahan Sayang. Setelah itu dilakukan otopsi dan hasilnya tidak ada dugaan kekersaan atau tindakan apapun.

“Kemungkinan kuat korban sakit yang sudah cukup lama diderita tapi tidak pernah dirasakan, karena dari hidung korban mengeluarkan darah segar, bahkan dari mulutnya juga,” terangnya.

(radar cianjur/mat)