KA Cianjur – Sukabumi Murah dan Tidak Nyaman

KA Siliwangi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Sejak diberlakukan harga tiket kereta api (KA) non-komersil dengan harga terjangkau yang melayani rute Sukabumi-Cianjur pada 1 Januari 2016 lalu, masyarakat Cianjur dan Sukabumi berbondong-bondong ingin menaiki kereta yang dibanderol Rp 3 ribu per orang tersebut. Hampir setiap harinya, kereta angkutan perintis tersebut kerap dipenuhi oleh penumpang.

Seperti yang dikatakan Humas PT KAI Daerah Operasi (DAOP) II Bandung, Zunefrin. Menurutnya, kebijakan harga terjangkau itu diberlakukan oleh pemerintah berdasarkan keinginan masyarakat.

“Kami juga belum bisa memastikan sampai kapan kebijakan tersebut diberlakukan. Pasalnya, itu bisa berubah-ubah berdasarkan kebijakan pemerintah,” jelas Zunefrin yang dihubungi Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com), Rabu (17/2) tadi malam.
Kendati demikian, Zunefrin juga mengakui kondisi kereta yang memang seringkali penuh sesak oleh penumpang hingga mengakibatkan ketidaknyamanan saat menaiki kereta tersebut. Karenanya, ia mengimbau agar masyarakat dapat selalu memelihara keamanan, kenyamanan dan kebersihan fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah tersebut.

“Jelas tidak begitu nyaman, memang kelasnya seperti itu. Meski kita sudah menyerahkan soal kebersihan kepada pihak ketiga, tapi kita imbau agar masyarakat pengguna kereta dapat lebih sadar terhadap kebersihan guna kenyamanan bersama,” tuturnya.


Perlu diketahui, Kementerian Perhubungan telah menunjuk PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani masyarakat pada relasi Cianjur–Sukabumi.

Nantinya KA Siliwangi akan melewati sejumlah stasiun antara lain Stasiun Cianjur, Stasiun Cilaku, Stasiun Cibeber, Stasiun Lampegan, Stasiun Cireungas dan Stasiun Gandasoli.

“Kementerian Perhubungan telah melakukan sejumlah pekerjaan guna meningkatkan prasarana jalan KA pada relasi Cianjur-Sukabumi tersebut,” ujar Kapuskom JA Barata di Jakarta, Selasa (16/2). Penunjukan PT KAI sebagai operator angkutan perintis kereta api Cianjur-Sukabumi sudah dilakukan sejak 1 Januari 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 9 miliar.

“Melalui perjalanan Cianjur– Sukabumi dan sebaliknya, masyarakat nantinya hanya akan dikenakan tarif sebesar Rp 3 ribu dari tarif semula sebesar Rp 10 ribu,” tutur Barata.

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan Jumat (19/2) direncanakan akan meresmikan pengoperasian KA Siliwangi, sebagai angkutan perintis Kereta Api Cianjur – Sukabumi di Stasiun Cianjur, Jawa Barat.

(radar cianjur/lan/jpnn)