WNA Timteng : Gay Cianjur Lebih Murah

LGBT (ilustrasi)./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Di malam hari kasih sayang (Valentine Day) ada juga PSK yang terjaring operasi petugas keamanan di salah satu real estate di Pacet. Mereka terjaring saat dijajakan kepada pelanggan menggunakan mobil.

“Ada PSK yang saat itu tengah melayani, ada juga pasangan pacaran juga terjaring razia,” ungkap Hamdan (40) seorang petugas keamanan real estate.

Perilaku menyimpang di malam Valentine Day sangat disesalkan, karena merupakan perbuatan melanggar norma agama dan sosial.

“Perilaku menyimpang itu terjadi seiring adanya WNA asal Timteng yang memiliki kebiasaan seks menyimpang. Sehingga berpengaruh kepada kebiasaan masyarakat, bahkan ada pelajar di bawah umur kini jadi gay gara-gara jadi korban WNA Timteng,” ungkapnya.


Ada juga PSK yang dibayar Rp400 ribu per jam, sedangkan lady boy dibayar Rp200 ribu per jam. Mereka kerap melancarkan seks bebas dengan sembunyi-sembunyi, tapi tetap saja mencemari masyarakat sekitar.

“Saya sudah beberapa kali melakukan razia bersama masyarakat tetapi tetap saja mereka melancarkan aksinya. Sehingga saat malam Valentine Day mereka ikut terjaring,” tukasnya.

Saat ini jumlah gay dan lady boy di kawasan Cipanas semakin bertambah, seiring dengan tingginya permintaan WNA Timteng. Sebab ada sebagian dari mereka menyukai sesama jenis, selain harganya lebih murah lewat lady boy pelayananya lebih memuaskan.

“Jelas kondisi ini sangat merusak mental masyarakat, sehingga diharapkan dukungan semua pihak agar tak bertambah terus menerus prilaku menyimpang ini,” ungkapnya.

(radar cianjur/fhn)