Gila! Anggota Cianjur Gay Community Capai 2.360 Orang

FB LGBT: Salah satu akun media sosial facebook (Fb) yang diduga milik komunitas LGBT Cianjur.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Meski Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah memberikan ultimatum kepada akun media sosial Facebook, namun masih ada halaman bahkan akun warga Cianjur yang tak ragu untuk memperlihatkan keberadaan kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender) di Kabupaten Cianjur.

Berdasarkan penelusuran Radar Cianjur (Grup Pojokjabar.com) di media sosial Facebook, ternyata masih ada beberapa halaman atau grup yang memfasilitasi komunitas LGBT. Salah satunya adalah Cianjur Gay Community yang didalamnya sudah memiliki 2.360 anggota. Bahkan didalamnya, tak segan orang mengunggah sejumlah foto menjijikan termasuk foto pribadi yang tidak seharusnya ditampilkan.

Tak cukup sampai di situ saja, ternyata komunikasi di dalam halaman grup facebook itupun terbilang akrab dan intim. Bayangkan saja, mereka tak malu untuk memberikan nomor kontak dan bertukar serta menginformasikan pin Blackberry (BB) dengan tujuan untuk dapat bertemu. Nekat dan tak canggung, bahkan ada yang menyetujui untuk bertemu meski lokasi antar anggota relatif jauh.

“lgii sndiri nh broo .. skitar cianjur selatan call aje bolh d bntu jasa pijat plus ny,” tulis salah satu akun di halaman itu.


Keberadaan halaman gay ini pun menuai pro kontra bagi netizen. “Amit amit,” kecam singkat akun facebook Henny Setianangrum.

Kemenkominfo memberikan ‘warning’ kepada Facebook karena aplikasi besutan Marc Zunckenberg tersebut diketahui menyematkan simbol-simbol (stiker) berbau LGBT (lesbian, gay, biseksual, transgender).

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Ismail Cawidu mengatakan, Facebook wajib menghormasti norma-norma agama, budaya, dan adat di Indonesia. Seperti halnya kepada Line, pihaknya pun meminta Facebook untuk memfilter stiker-stiker yang berbau LGBT.

Bahkan, Kominfo mengancam akan memblokir media sosial itu apabila hal tersebut tidak diindahkan.

“Nanti Tim Panel Kominfo yang akan menilai apakah diblokir atau tidak. Ini juga berlaku untuk semua OTT (Over The Top/Aplikasi favorit) yang memuat konten serupa,” ujarnya melalui pesan singkat, Jumat (12/2).

“Secepatnya akan kami akan menghubungi Facebook. Seperti Line kan stikernya sudah dihapus. Nanti Facebook juga sama, kami minta untuk memfilter,” tuturnya lagi.

(radar cianjur/lan/cr1/jpnn)