Santri Dilarang Solat Subuh Berjamaah, Ini Kata Pimpinan Garis Cianjur

MUSYAWARAH: Kepala Lapas Cianjur, Tri Saptono (kiri) saat berdialog dengan Ketua Garis Cianjur, Chep Hermawan menyusul pelarangan salat subuh berjemaah yang diberlakukan Ponpes At-Taubah, Lembaga Pemasyarakatan Cianjur.

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Santri At-Taubah, warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Cianjur dilarang melakukan sembahyang berjemaah subuh di Masjid Jami At-Taubah yang lokasinya masih berada di lingkungan Lapas tersebut, dengan alasan untuk menjaga kemungkinan warga binaannya itu untuk kabur dari Lapas. .

Tak pelak, pelarangan tersebut menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk Chep Hermawan, Pimpinan Gerakan Reformis Islam (Garis) Cianjur serta para ustadz, hingga para pengajar keagamaan di pesantren At-Taubah itu.

“Kebijakan pimpinan Lapas Cianjur itu patut dipertanyakan, karena sejak kemarin para santri dilarang bersembahyang subuh di masjid,” ujar Chep Hermawan heran.

Padahal, sambung Chep, Pondok Pesantren (Ponpes) At-Taubah Lapas Cianjur itu sudah terkenal di Indonesia sebagai satu-satunya Lapas di Indonesia yang telah membuka Ponpes di dalam lingkungan Lapas. Sejumlah ustadz, pengajar di pesantren itu juga turut menyangkan pelarangan tersebut. Mereka masih bertanya-tanya, mengapa anak didik mereka itu sekarang ini tak diperbolehkan sembahyang subuh secara berjemaah.


“Sangat disayangkan, karena hal itu sangat bertentangan dengan kaidah ajaran di Ponpes ini. Alasan takut warga binaan kabur itu tidak masuk akal,” tambah Ustadz Sopandi, salah seorang pengajar di Ponpes At-Taubah.

(radar cianjur/lan)