Gawat! Delapan Pelajar Cianjur Terkena HIV/Aids

hiv aids
Ilustrasi HIV/AIDS

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Komisi Penanggulangan HIV/Aids Kabupaten Cianjur mencatat jumlah penderita di kalangan pelajar mengalami peningkatan yang signifikan. Hal tersebut diketahui hasil pendataan petugas lapangan selama tiga tahun terakhir.

Ketua Komisi Perlindungan HIV/Aids (KPA) Kabupaten Cianjur, Hilman menyebutkan, jumlah penderita HIV/Aids pelajar periode tahun 2014 yakni sebanyak 7 orang dan periode tahun 2015 sebanyak 8 orang.

“Usia sekolah merupakan usia rawan terkena HIV/Aids, sebab usia sekolah sangat labil, sehingga mudah terbujuk dengan hal-hal yang negatif,” kata Hilman.

Adapun daerah maupun sekolah yang paling banyak pelajar menderita HIV/Aids berada di 31 kecamatan di Kabupaten Cianjur. Namun yang paling banyak dan parah adalah Kecamatan Cipanas, kecamatan Cianjur Kota dan Kecamatan Pacet. Sedangkan untuk Kecamatan Pasir Kuda pihaknya belum mendengar ada pelajar terkena HIV/Aids.


Hilman menjelaskan, penderita HIV/Aids di kalangan pelajar tahun 2013 sebanyak 2 orang, periode tahun 2014 sebanyak 6 orang dan periode tahun 2015 sebanyak 8 orang.

“Untuk penderita HIV/Aids ini tak hanya dialami oleh usia pelajar SMP dan SMA/SMK saja melainkan usia SD. Sedangkan faktor penyebabnya usia SMP dan SMA/SMK karena suka jajan. Sedangkan usia sekolah dasar karena penyakit yang ditularkan oleh ibunya sejak bayi,” kata Hilman, seraya untuk korban HIV/Aids usia produktif yang paling banyak yakni usia 22 tahun atau mahasiswa.

Hilman menambahkan, untuk kasus HIV/Aids ini seharusnya ada dukungan dari pemerintah daerah khususnya Kementerian Agama selaku lembaga yang paham mengenai agama.

“Jadi dalam hal ini tak hanya KPA saja yang berperan aktif dalam menangani kasus tersebut melainkan Kemenag juga yang bisa mengeluarkan fatwa bahwa HIV/Aids dan juga orang yang melakukan hubungan seksual haram,” terangnya.

Tak hanya itu, dalam kasus tersebut pemerintah daerah Kabupaten Cianjur harus lebih tegas lagi dalam mengeluarkan aturan, khususnya permasalahan prostitusi. Pasalnya kasus prostitusi saat ini tak hanya dikalangan dewasa saja melainkan juga pelajar. Sehingga jika hal tersebut terus dibiarkan maka akan berdampak besar bagi yang lainnya.

(radar cianjur/riz)