Karena Ini Kasus Perceraian di Cianjur Meningkat

Perceraian-Ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Kasus perceraian di Cianjur tercatat alami peningakatan hingga akhir 2015. Jumlahnya tak tanggung-tanggung 3.093 perkara masuk ke Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cianjur. Salah satu faktor perceraian tersebut disebabkan oleh trend pernikahan di usia dini.

“Ada peningkatan kasus perceraian sekitar 26 persen dari tahun sebelumnya dari 2.946 kasus menjadi 3.093 kasus, salah satu faktornya adalah pernikahan usia dini,” kata Humas Pengadilan Agama Kabupaten Cianjur H Atin Dariah.

Karenanya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan program Generasi Berencana (Genre) agar para generasi muda terhindar kegagalan perkawinan.

Hal itu juga diungkapkan Kepala Sub Kesehatan Reproduksi BKKBN Kabupaten Cianjur, Iis jika program genre bertujuan agar para usia muda tidak menikah di usia dini.


“Banyak materi yang menyangkut program genre ini dimaksudkan agar remaja berprilaku sehat, terhindar dari resiko napza, HIV/Aids, gagal perkawinan serta mampu mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera,” terang Iis Kamis (11/2/2016).

Maka dalam rangka menyebarluaskan program Genre ini pihaknya juga punya kepanjangan tangan atau kader di setiap kecamatan, diantaranya melalui Karangtaruna setempat, selain mereka mensosialisasikan program KB.

Selain itu target pencapaian program ini pun termasuk kalangan pelajar di tingkat SMP, SMA dan mahasiswa selain sasaran empuk objeknya untuk dijangkau kalangan muda ini pun lebih banyak berpotensi terjangkit resiko Napza, HIV/Aids, seks bebas hingga perkawinan usia dini.

“Sosialisasi diarahkan kepada para remaja seperti SMP, SMA dan mahasiswa yang berpotensi terjangkit HIV/Aids,” ujarnya.

Dirinya mengaku, mengalami kesulitan soal pendataan akibat minimnya anggaran program tersebut, sehingga sedikit terhambat apalagi untuk menjangkau daerah terpencil seperti Cianjur Selatan.

(radar cianjur/cr1)