Bayi Cianjur Harus Punya KIA, Ini Syaratnya

Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA)
Ilustrasi Kartu Identitas Anak (KIA)

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) yang berfungsi layaknya Kartu Tanda Penduduk (KTP) seperti yang dimiliki segenap masyarakat Indonesia yang sudah berusia 17 tahun.

Penerbitan KIA tersebut berdasarkan Peraturan Kementerian Dalam Negeri (Permendagri) nomor 2 tahun 2016 dan sudah ditetapkan oleh Kemendagri yang diundangkan pada 19 Januari 2016. Namun saat ini, pemberlakuan KIA belum sepenuhnya berjalan di setiap kabupaten atau kota di Indonesia khususnya di Cianjur.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Moch Ginanjar menjelaskan, pelaksanaan KIA di Cianjur akan dibedakan dengan kabupaten lain. Meski tak dipaparkan dengan detail, namun pelaksanaan pemberlakukan KIA akan bekerjasama dengan pihak perusahaan swasta yang berada di Kabupaten Cianjur.

“Pelaksanaan mulainya KIA, kita akan mulai bulan November 2016 atau secepatnya tergantung pemberesan E-KTP,” paparnya.


Ia menjelaskan, Peraturan Gubernur Jawa Barat sudah disiapkan dan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Cianjur yang baru sudah disahkan mengganti Perda nomor 10 tahun 2008. Pihaknya akan melaksanakan pembuatan KIA apabila masyarakat yang usianya minimal 17 tahun di 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur sudah mempunyai KTP Elektronik (E-KTP) seumur hidup.

“Adanya KIA ini agar anak-anak terdaftar dengan baik untuk tujuan menghindari kasus penculikan anak, perlakuan tidak senonoh dan mempermudah mengidentifikasi data anak,” papar Ginanjar.