SDM Perguruan Tinggi Dituntut Tingkatkan Pengetahuan

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ternyata menjadi ancaman dan tantangan bagi kelangsungan perguruan tinggi dalam negeri. Kondisi ini memaksa manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) perguruan tinggi agar eksis dan mampu meningkatkan pengetahuan, cara kerja dan komitmen kerja para pegawai di sebuah perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Suryankancana (Unsur) Cianjur, Munawar Rois mengatakan, tantangan tersebut bagi FKIP Unsur menjadi sebuah motivasi untuk terus berbenah melakukan sinergi, serta memperkuat hubungan harmonis di lingkungan keluarga besar civitas akademika yang meliputi pegawai administratif maupun staf pengajar.

“Lebih meningkatkan pelayanan terbaik dengan mengedepankan nilai-nilai universal, profesional, inovatif, kerjasama yang tinggi dan bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingan khususnya mahasiswa,” tegasnya.

Munawar Rois menambahkan, kebutuhan manajemen SDM perguruan tinggi yang tak kalah pentingnya yaitu pengembangan dan peningkatan kompetensi dosen, hal itu menjadi kebutuhan nyata bagi usaha perbaikan mutu sumber daya manusia pada tataran dosen yang harus dilakukan melalui proses yang sistematis, runtut, terukur dan terorganisir.


“Kita tak boleh lengah menghadapi era globalisasi MEA ini, seharusnya jadi cambuk dan motivasi bagi kita, agar meningkatkan kinerja, baik pada tataran karyawan maupun dosen,” pungkasnya.

(radara cianjur/cr2)