Hari Pers Nasional, Basmi Oknum Wartawan Ilegal di Cianjur

Hari Pers Nasional

POJOKJABAR.com, CIANJUR – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang jatuh pada 9 Februari (kemarin,red) memberi makna tersendiri bagi insan pers dan masyarakat.

Tak sedikit kalangan masyarakat yang masih memberi stigma negatif kepada insan pers. Hal tersebut disinyalir akibat maraknya praktek pemerasan oleh sejumlah oknum wartawan yang mengatasnamakan media. Alhasil para insan pers yang hendak melakukan peliputan berita secara utuh menjadi terkendala.

Seperti yang dialami oleh Rival Rosiandi, salah seorang guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP IT Almasthuriyah, Cilaku, Cianjur. Rival mengaku, sejak ia mengajar tahun 2013 lalu, sekolah tempat ia mengajar sempat beberapa kali didatangi oleh oknum wartawan yang pada akhirnya melakukan tindak pemerasan.

”Apalagi saat musim pembangunan sekolah. Bukannya melakukan peliputan dengan benar, ujung-ujungnya malah melakukan pemerasan seperti preman,” kesalnya.


Menurut Rival, pihaknya menjadi kesulitan saat membedakan antara wartawan yang dibekali dengan identitas resmi, diakui, serta medianya secara resmi terdaftar dengan oknum wartawan yang ingin melakukan pemerasan.

“Harapan saya, jika ada oknum wartawan yang terbukti melakukan tindakan pemerasan seperti itu, harap diberi sanksi tegas. Perlu ada pengawasan dari lembaga yang melingkupi wartawan itu sendiri,” imbuh Rival berharap.

(radar cianjur/lan)