Bus Rombongan Pramuka Bekasi Terguling, Seperti Ini Kronologinya

TERBALIK: Seperti inilah kondisi bus pariwisata nopol AD 1235 HA yang angkut anggota Pramuka Bekasi.
TERBALIK: Seperti inilah kondisi bus pariwisata nopol AD 1235 HA yang angkut anggota Pramuka Bekasi.
TERBALIK: Seperti inilah kondisi bus pariwisata nopol AD 1235 HA yang angkut anggota Pramuka Bekasi.

POJOKJABAR.com, CIPANAS-Bus pembawa puluhan pelajar Pramuka SMK Bina Karya Mandiri II, Rawa Lunggu, Bekasi Timur terguling di tanjakan Kampung Sampay Desa Cimacan Cipanas, Senin (31/8/2015). Akibatnya sekitar delapan orang alami luka-luka.

Peristiwa laka yang terjadi sekitar pukul 10.30 WIB itu saat bus bernomor polisi AD 1235 HA tidak mampu melewati tanjakan di Kampung Sampay. Sehingga bus tujuan Cibodas malah terguling, menghantam sebuah tiang listrik dan satu orang pengendara motor.

Indra Ardiansyah (34) salah seorang saksi mata mengaku, bus berwarna hijau militer itu, sebelum terguling sempat tidak terkendali.

“Alhasil bus malah mundur sekitar 100 meter dan sempat menambrak sepeda motor yang berada di belakangnya,” tutur Indra di lokasi kejadian.


Setelah itu warga sekitar langsung melakukan evakuasi para pelajar yang berada di dalam bus. Saat proses evakuasi berlangsung sempat terjadi kemacetan panjang di jalur wisata ini.

“Saat dievakuasi sejumlah penumpang mengalami shok dan luka-luka,” jelasnya.

Pihaknya, dibantu warga lainnya dan petugas kepolisian langsung membawa korban yang mengalami luka-luka. Sedangkan korban selamat dibawa ke Cibodas.

“Di sana rombongan bus lainnya sudah sampai terlebih dahulu, dan yang celaka ini ternyata rombongan bus terakhir,” ujarnya.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Didin Jarudin menjelaskan, tujuh penumpang bus mengalami luka serius, dan dua pengemudi sepeda motor turut pula menjadi korban.

“Seluruh korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Cimacan,” paparnya.

Diakuinya, bus tidak kuat saat melewati tanjakan, hingga akhirnya mundur lagi dan terbalik. Pihaknya akan menyelidiki apakah bus tersebut layak operasi atau tidak.

“Kecelakaan ini sempat mengganggu arus lalu lintas. Pasalnya bus terbalik ke arah kiri langsung memotong badan jalan. Setidaknya perlu tiga kendaraan derek untuk mengevakuasi bus tersebut. Setelah dua jam, bus akhirnya dapat dievakuasi,” terangnya.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu menambahkan, bus warna mirip dengan cat khas TNI itu ternyata kendaraan pribadi, karena ada STNK nya

“Sopirnya mengaku anggota TNI berpangkat Praka. Masih didalami PM (Polisi Militer) Subdenpom Cianjur,” tandasnya.

Wakil Kepala SMK Bina Karya Mandiri II Bekasi, Tubagus Hasan Sukron menjelaskan, bus yang terguling merupakan bus yang disediakan panitia di Cibodas.

“Kami hanya menyerahkan biaya, yang ngurus dari mulai keberangkatan sampai makanan semuanya panitia dari sini (Cibodas,red),” ungkapnya.

Menurutnya, rombongan Pramuka sekolahnya terdiri dari beberapa bus, diantaranya bus Langgeng Jaya, dan mereka selamat.

“Memang sebelum berangkat, bus naas tersebut sempat dikhawatirkan kelayakannya. Lantaran, dari awal sudah kelihatan gelagat bakal tidak kuat di tanjakan, tapi ini tetap melaju saja hingga akhirnya terguling,” ujarnya.

Adapun pengemudi sepeda motor yang turut menjadi korban, Endang Kurniawan (45) mengaku tengah dalam perjalanan menuju Cibodas. Saat di tanjakan, bus yang naas tersebut sempat berjalan lambat sebelum akhirnya mundur tak terkendali.

“Saya tidak sempat menghindar karena jarak yang dekat terus ketabrak, jelas ini membuat kami panik,” pungkasnya.(fhn/dep)