Angkum Trayek 01 Dipungli

Sejumlah sopir angkot trayek 01 mengadukan duagaan adanya pungli ke DPRD Cianjur.
Sejumlah sopir angkot trayek 01 mengadukan duagaan adanya pungli ke DPRD Cianjur.
Sejumlah sopir angkot trayek 01 mengadukan duagaan adanya pungli ke DPRD Cianjur.

POJOKJABAR.com, CIANJUR-Sejumlah sopir angkutan umum (angkum) trayek 01, ramai-ramai mendatangi kantor DPRD Kabupaten Cianjur, Senin (31/8/2015) siang. Kedatangan para sopir angkum itu bertujuan untuk mengadukan dugaan adanya pungutan liar dengan alasan perpanjangan trayek baru.

Di gedung wakil rakyat itu, mereka pun langsung menyasar ruangan Fraksi PDI-P dan ditemui oleh Ketua Fraksi Dadang Sutarmo dan Deni Lutfi. Kepada dua anggota DPRD itu, para sopir pun langsung menumpahkan dan menyampaikan segala keluh kesah.

Menurut penuturan salah satu sopir angkum trayek 01 yang mewanti-wanti agar namanya tidak dikorankan, agar bisa masuk dan melintas di jalur baru yang diperpanjang, yakni Jalan Pramuka, Karangtengah, mereka harus menyetor sejumlah uang kepada pihak pengurus.

“Di Jalan Pramuka kan belum ada trayek yang masuk. Untuk perpanjangan trayek itu kami harus membayar Rp500 ribu per angkum. Kalau tidak membayar ya tidak bisa melintas ke sana,” ungkap AR (40) ditemui di gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Jalan KH Abdullah bin Nuh.


Lelaki itu menambahkan, di jalur baru itu, sudah terdapat petugas yang selalu memantau setiap angkum yang melintas. Jika dikehatui bahwa angkum tersebut belum menyetor uang perpanjangan, maka angkum tersebut pun disuruh putar balik arah.

“Angkum yang sudah membayar itu ada tulisannya JP. Kalau tidak ada tulisannya itu kami disuruh putar arah,” jelas dia.

Ketua Fraksi PDI-P Dadang Sutarmo menyampaikan, dengan adanya keluhan sopir angkum ini, pihaknya bakal memanggil pihak-pihak terkait untuk melakukan koordinasi. Sedangkan untuk dugaan pungli, dibutuhkan penyelidikan dulu.

“Kami terima keluhannya dan akan kami panggil pihak terkait untuk membicarakan ini,” ujar dia.

Deni Lutfi menambahkan, secepat mungkin pihaknya bakal melayangkan surat panggilan dimaksud. Jika seseai rencana, besok atau lusa, pihaknya akan memusyawarahkan bersama terkait dugaan pungli tersebut.

“Hari ini (kemarin, red) kami akan layangkan surat. Paling lambat besok atau lusa kami akan musyawarahkan bersama terkait hal ini, sehingga ada titik temu permasalahan yang membebankan sopir dan pengusaha angkum ini,” tukas dia.(ruh/dep)