Rumah Ketua DPC Partai Demokrat Cianjur Kemalingan

IDENTIFIKASI: Petugas Inafis periksa lemari Hedi yang acak-acakan.
IDENTIFIKASI: Petugas Inafis periksa lemari Hedi yang acak-acakan.
IDENTIFIKASI: Petugas Inafis periksa lemari Hedi yang acak-acakan.

POJOKJABAR.COM, CIANJUR-Sebuah rumah di Jalan Siti Bodedar, Kampung Kaum Tengah RT 03/03, Kelurahan Pamoyanan Cianjur, Minggu (30/8/2015) pagi diketahui sudah dalam keadaan dibobol maling. isi lemari pun tampak diacak-acak pelaku.

Belakangan diketahui, bahwa rumah dengan pagar besi coklat muda tersebut adalah milik Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Cianjur, Hedi Permadi Boy.

Menurut penuturan salah satu pekerja bangunan milik Hedi, kejadian pertama kali diketahui sekitar pukul 07.20 WIB. Ketika itu, ia datang bersama salah seorang karyawannya bernama Andri untuk mulai mengerjakan pengerjaan bangunan yang berada di garasi mobil.

Selanjutnya, ketika pagar rumah sudah dibuka, keduanya melihat pintu utama sudah terlihat sedikit menganga. Mendapati hal tersebut, keduanya lantas langsung memeriksa ke dalam rumah.


”Tadi pagi saya datang sama pak Andri, karyawannya Pak Hedi. Tiba-tiba gerbang sudah dalam keadaan terbuka. Waktu mau masuk rumah, pintunya sudah dicongkel dan keadaan di dalam kamar sudah berantakan,” ujar Iim (52), tukang bangunan yang sedang memperbaiki rumah tersebut, Minggu (30/8/2015).

Iim menambahkan, pintu utama sudah rusak, ia memperkirakan maling masuk ke dalam rumah melalui pintu depan dengan mencongkelnya secara paksa.

”Setelah melihat ke dalam, Pak Andri langsung lapor polisi,” kata dia.

Di tempat yang sama, Ayah Hedi, H Boy, menuturkan, rumah anaknya itu memang sedang kosong ketika disatroni maling. Pasalnya, Hedi sendiri tengah melaksanakan ibadah haji dan istrinya sedang berada di Bandung. ”Iya kosong rumahnya. Tapi semua dikunci,” ujar H Boy.

Ditanya tentang barang berharga apa saja yang hilang, lelaki yang juga sesepuh Partai Demokrat Kabupaten Cianjur itu tidak bisa memastikan. Namun yang jelas, ada sejumlah uang tunai dalam bentuk mata urang rupiah dan dolar yang hilang. Selain itu, beberapa jam tangan dan perhiasan emas pun sudah tidak ada di tempatnya.

“Kalau pastinya saya tidak tahu. Tapi kerugian tidak sampai Rp10 juta,” terang H Boy.

Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu, yang dikonfirmasi hal itu pun menyatakan, pihaknya bakal menyelidiki perihal pencurian tersebut.

”Barusan saya sudah konfirmasi. Anggota Polres dan INAFIS sudah melakukan olah TKP. Untuk barang yang hilang apa saja, masih tunggu Ibu Hedi Boy pulang dari Bandung,” tukas Kapolres.(ruh/dep)