Perketat Pemeriksaan Angkutan Barang-Orang

KETAT: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Cianjur memeriksa kondisi mobil angkutan barang guna meminimalisir kecelakaan. FOTO: IYAZ/ RADAR CIANJUR
KETAT: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Cianjur memeriksa kondisi mobil angkutan barang guna meminimalisir kecelakaan. FOTO: IYAZ/ RADAR CIANJUR
KETAT: Petugas Dishubkominfo Kabupaten Cianjur memeriksa kondisi mobil angkutan barang guna meminimalisir kecelakaan. FOTO: IYAZ/ RADAR CIANJUR

POJOKJABAR.COM. CIANJUR-Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) pun turut menggencarkankan Uji KIR bagi kendaraan bermotor muatan barang dan orang. Tujuannya, untuk meminimalisir kecelakaan dan polusi udara yang kerap terjadi di Cianjur.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi mengatakan, tujuan Uji KIR yaitu untuk memberikan jaminan keselematan secara teknis terhadap operasional kendaraan di jalan serta turut melestarikan lingkungan Cianjur dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan oleh penggunaan kendaraaan bermotor.

Menurutnya, setiap kendaraan bermotor muatan barang dan orang yang akan digunakan di jalan wajib memenuhi persyaratan teknis layak jalan.

“Termasuk persyaratan ambang batas emisi gas buang dan tingkat kebisingan,” ujarnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu).


Namun, tertib adminitsrasi ini tak hanya mengikat kendaraan berplat kuning saja. Kendaraan yang dipakai untuk keperluan niaga dan parawisata juga harus melakukan Uji KIR.

“Kendaraan plat hitam yang sering membawa barang pun harus mengikuti Uji KIR,” tegas Kadis.

Ia menjelaskan, pada saat pengujian, objek yang diperiksa petugas yaitu sistem pengereman dan daya pancar lampu. Selain itu, emisi gas buang dan dimensi bobot kendaraan tak lepas dari pemeriksaan petugas.

“Sistem kemudi beserta kaki-kakinya dan speedometer juga kami lihat dulu,” tutur Aban. Lalu apa syarat atau prosedur pengajuan KIR? Kadis menjawab, wajib mengisi formulir permohonan disertai fotocopy KTP pemilik kendaraan dan BPKB.

Sedangkan prosedur perpanjangan KIR dapat dimulai dari permohonan uji dilampirkan STNK yang masih berlaku. “setiap pengujian, kendaraan wajib dibawa ke unit pelaksana pengujian,” ungkap Aban. (yaz/dep)