Husni Warning KPU Cianjur

KUNJUNGAN: Ketua KPU pusat Husni Kamil Malik saat bertandang ke kantor KPU Cianjur di Jalan Ir H Juanda Selakopi Cianjur.
KUNJUNGAN: Ketua KPU pusat Husni Kamil Malik saat bertandang ke kantor KPU Cianjur di Jalan Ir H Juanda Selakopi Cianjur.
KUNJUNGAN: Ketua KPU pusat Husni Kamil Malik saat bertandang ke kantor KPU Cianjur di Jalan Ir H Juanda Selakopi Cianjur.

POJOKJABAR.COM, CIANJUR-Ketua KPU pusat, Husni Kamil Malik, memberikan peringatan (warning,red) kepada komisioner KPU Cianjur agar belajar dari pengalaman sebelumnya, dan selalu melaksanakan kerja dengan baik dan benar. Hal ini berkaca pada dipecatnya tiga komisioner KPU Cianjur periode sebelumnya oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena tersangkut perkara etika pada pemilihan legislatif 2014 lalu.

Hal itu diungkapkan Husni ketika melakukan kunjungan monitoring dan pengawasan kinerja KPU dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2015 di kantor KPU Cianjur di Jalan H Ir Juanda, Selakopi, Minggu (30/8/2015) malam.

”Karena itu, saya sudah minta tadi kepada komisioner untuk bekerja sesuai dengan peraturan. Jadikan pengalaman lalu itu sebagai hal yang paling berharga untuk kinerja ke depan,” ucap Husni.

Husni menyebut, dalam setiap penyelenggaraan pemilu, selalu saja ada tingkat kerawanan yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan konflik. Hal itu, bukan tidak mungkin menyeret penyelenggara pemilu duduk di kursi pesakitan. Husni menambahkan, pihaknya sudah memberikan antisipasi agar hal semacam itu tidak ladi terjadi di kemudian hari. Salah satu nya dengan memberikan pengawasan dan supervisi berkenaan dengan pelaksanaan tahapan pilkada.


“Kami akan lakukan pengawasan dan supervisi. Memang ada pengalaman tidak mengenakkan untuk KPU Cianjur yang lalu. Tapi kami sudah siapkan antisipasinya,” jelas dia.

Lebih lanjut, imbuh Husni, ada dua titik yang menurutnya rawan terjadi konflik yang melibatkan anggota komisioner KPU. Titik yang pertama adalah ketika tahapan pencalonan. Dan titik yang kedua adalah pada tahap rekapitulasi suara. ”Titik pertama kan sudah dilaksanakan dan tidak ada komplain, gugatan ataupun laporan ke panwas. Tinggal pada tahapan rekapitulasi durat suara ini nanti yang harus diwanti-wanti. Jangan sampai kasusnya terulang lagi,” ingat Husni.

Ditanya tentang antisipasi apa yang akan dilakukan agar tidak terjadi manipulasi suara yang juga melibatkan anggota komisioner KPU, Husni pun menekankan bahwa dirinya pun sudah berpesan kepada komisioner KPU Cianjur agar mengutamakan dan mengedepankan keterbukaan berkenaan dengan tahapan rekapitulasi penghitungan suara.

“Hasill penghitungan suara dalam formulir C1 harus secepatnya dipublikasikan. Saya sudah tanya tadi, tidak ada daerah di Cianjur yang termasuk daerah terisolir. Buat strategi pengumpulan data yang lebih cepat dan langsung publikasi ke masyarakat agar tidak ada praduga macam-macam dan diketahui langsung. Paling lambat dua hari sudah didapatkan datanya itu,” beber dia.(ruh/dep)