Kemarau, Petani Bunga Merugi

TURUN: Diterpa musim kemarau, sejumlah petani bunga krisan di Kecamatan Sukaresmi mengalami kerugian akibat gagal panen.
TURUN: Diterpa musim kemarau, sejumlah petani bunga krisan di Kecamatan Sukaresmi mengalami kerugian akibat gagal panen.
TURUN: Diterpa musim kemarau, sejumlah petani bunga krisan di Kecamatan Sukaresmi mengalami kerugian akibat gagal panen. FOTO: FARHAAN M RIDWAN/RADAR CIANJUR

POJOKJABAR.id, CIANJUR– Sejumlah petani bunga di wilayah Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, mengeluhkan turunnya hasil panen bunga hingga 20 persen akibat cuaca tak menentu.

Suyanto (38) salah seorang petani bunga mengatakan, sejak menanam tiga bulan lalu, seharusnya saat ini sudah bisa panen, tetapi karena musim kemarau bunganya sulit mekar. “Cuaca terlalu panas sehingga bunganya enggan mekar,” katanya.

Menurutnya, akibat gagal panen pendapatan mengalami penurunan, kalau biasanya dalam satu bulan bisa memperoleh pendapatan hingga Rp3 juta lebih, sekarang hanya mampu mencapai Rp 500 ribu per bulan.

“Tanaman bunga krisan kualitas A bisanya bisa mencapai Rp 10.000 per batang, tapi karena panennya diperkirakan dengan kualitas B, hanya bisa memperoleh Rp 7.500 per batang,” tuturnya.


Dijelaskannya, karena masa panen jadi bertambah yakni hingga satu bulan ke depan, mutu tanaman turun menjadi kualitas B. Padahal tahun sebelumnya, panen bunga krisan dari lahannya selalu berkualitas A atau kualitas unggul.

“Jumlah panen juga turun hingga 20 persen dibanding tahun lalu,” akunya. keluhnya.

Ditambahkannya, bunga krisan biasanya kami pasarkan ke daerah Jakarta. Dari Jakarta biasanya dipasarkan ke beberapa negara di luar negeri.

“Jika panennya bagus, maka omset pun bisa membayar beban biaya yang dikeluarkan. Namun, sangat disayangkan cuaca ekstrim membuat kami rugi,” tandasnya. (fhn/dep)