Ini Cara Petani Cianjur Meminimalisir Kerugian Akibat Kemarau

Sejumlah lahan sawah di Jawa Barat mengalami kekeringan, akibatnya banyak petani mengalami gagal panen.
Sejumlah lahan sawah di Jawa Barat mengalami kekeringan, akibatnya banyak petani mengalami gagal panen.
Ilustrasi

POJOKJABAR.id CIANJUR – Akibat dari kemarau yang terus berkepanjangan, hingga hari Jumat (28/8/2015) kemarin hektaran lahan sawah produktif yang ada di wilayah Cianjur Timur mengalami kondisi kering dan tandus, dan dipastikan gagal panen. Para petani tidak bisa menuai hasil sawah mereka, dan merugi.

Bah Usep (50), warga Kecamatan Karangtengah, menyampaikan bahwa kondisi musim kemarau kali ini membuat beberapa titik selokan dan saluran irigasi menjadi kering, tidak ada airnya. Akibatnya, para petani kesusahan untuk mengairi hektaran lahan pertanian mereka. Mau tidak mau, mereka harus gigit jari karena tidak bisa menuai hasil panen musim ini. Dalam pantauan Radar Cianjur (Grup Pojoksatu), kondisi sawah yang ditunjukkannya terlihat kering dan pecah-pecah.

“Sementara kami menunggu musim hujan saja. Untuk meminimalisir kerugian, paling kami lakukan budidaya palawija, diantaranya kacang panjang, jagung, timun, ubi, dan lainnya. Daripada lahan tidak dimanfaatkan.” Ujar Usep.

Para petani sangat mendambakan adanya bantuan pasokan air dari pemerintah, minimal terlihat ada upaya pencarian solusi,dan ada dari pihak dinas terkait yang bisa terjun langsung ke lokasi yang terkena dampak kekeringan.


“Sebagian besar lahan sawah disini sudah kering dan tidak bisa ditanami padi. Mau tidak mau para petani beralih profesi untuk sementara waktu,bekerja serabutan apa saja, yang penting kebutuhan ekonomi keluarga bisa tercukupi.” Ungkap Jejen (45), seorang buruh tani warga Kecamatan Karangtengah.(mat/dep)