Bantuan Koperasi Belum Tepat Sasaran

NYASAR: Kegiatan pelatihan untuk para pelaku UKM dan koperasi, tidak seimbang dengan sampainya bantuan permodalan ke tangan mereka yang membutuhkan.
NYASAR: Kegiatan pelatihan untuk para pelaku UKM dan koperasi, tidak seimbang dengan sampainya bantuan permodalan ke tangan mereka yang membutuhkan.
NYASAR: Kegiatan pelatihan untuk para pelaku UKM dan koperasi, tidak seimbang dengan sampainya bantuan permodalan ke tangan mereka yang membutuhkan.

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Belum merata dan belum tepatnya sasaran pemberian bantuan dari pemerintah terhadap koperasi dan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Kabupaten Cianjur, menjadi perhatian dan bahan investigasi Jaringan Desa (Jardes) Cianjur. Hingga saat ini Jardes masih menemukan banyaknya UKM dengan potensi besar para pengrajin, home industry, pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya, yang cenderung terabaikan. Usaha mereka bisa dikatakan belum merdeka, dan masih berkutat dengan dilema gali lobang tutup lobang.

Wakil Ketua Jardes Cianjur, Dahlan, mengatakan bahwa ada banyak kucuran dana bantuan melalui koperasi, yang selama ini tidak produktif dan kuat dugaan banyak salah sasaran. Pemberian bantuan yang terjadi dan penyalurannya hanya diterima untuk kepentingan golongan atau sekelompok orang saja.

“Terbukti para pelaku UKM yang memang memiliki potensi belum diperhatikan. Jadi timbul dugaan bahwa bantuan yang dikucurkan selama ini tidak tepat sasaran. Anggaran bantuan menjadi tumpang tindih, dan kenyataan di lapangan banyak pelaku UKM belum menerimanya.” Jelas Dahlan pada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu), Jumat (28/8/2015) kemarin.

Dalam berbagai kegiatan pelatihan manajerial dan kewirausahaan, selama ini pihak koperasi dan UKM selalu dilibatkan, akan tetapi dalam pemberian bantuan permodalan, sedikit dari mereka yang menerimanya. Padahal, para pengusaha kecil semisal pengrajin sangkar burung, penyedia kuliner, pengrajin jajan pasar, produsen tahu tempe, dan lainnya, sangat sering mengeluhkan keperluan mereka akan dana bantuan untuk tambahan modal usaha mereka.


“Perlu keseriusan pemerintah, dan koperasi harus merangkul serta memotivasi potensi yang dimiliki para pelaku UKM di Cianjur. Selama ini pihak dinas terkait berlaku cuek dan acuh tak acuh, kurang memperhatikan.” Tegas Pembina Jardes, Fendi Yuda.

Kondisi ini juga diakuiEti (40) dan Ikit (50), warga Kecamatan Kadupandak yang sangat berharap agar bantuan koperasi bisa tepat sasaran, jangan sampai bantuan diberikan bukan kepada para pelaku UKM yang memiliki potensi.

“Bila bantuan yang diberikan tepat sasaran, para pelaku UKM yang memiliki potensi dan kemampuan tentunya bisa mempertanggungjawabkan dan memberikan timbal balik. Bantuan yang diberikan bisa diputar untuk peningkatan usaha yang digelutinya.” Tutur Eti.

Hal senada diungkapkan Ketua Koperasi Mandiri, Tarsih, yang mengatakan bahwa pihaknya seringkali mengajukan permohonan bantuan, tetapi selama ini hanya sedikit yang ditanggapi dan mendapatkan realisasi.

“Bila ada bantuan yang diberikan oleh pemerintah, kami tentunya akan memakai sebaik mungkin. Untuk pengembalian dan pembagian hasil usaha, nantinya ada hitung-hitungannya yang jelas. Intinya ini untuk modal usaha, yang tentunya ada penghasilannya.” Ungkap Tarsih.(mat/dep)