PGdi: Diniyah Jangan Dibawa Politik

012276000_1430161865-Pilkada_2015

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Persatuan Guru Diniyah Indonesia (PGDI) menyayangkan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) yang disinyalir dibawa keranah politik praktis. Apalagi ditengarai mendukung salah satu pasangan calon, melalui program-program dan bantuan dari pemerintah.

Ketua PGDI Kecamatan Cijati, Mukti Ali menuturkan, indikasi penggiringan FKDT dalam Pilkada, terlihat dalam pertemuan FKDT di daerah Cianjur selatan baru-baru ini.

”Beberapa waktu lalu ada kegiatan pembagian buku Diniyah di daerah Cijati. Itu disisipi muatan politik. Padahal harusnya dibedakan antara kegiatan Diniyah dengan politik,” ujarnya.


Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala salah satu MTs di Cijati ini menuturkan, selain digunakan untuk kampanye, kegiatan juga bermuatan black campaign.

”Ya ga etis lah kalau para guru Diniyah di jejali isu-isu negatif, yang tidak jelas kebenarannya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan, Ketua PGDI Kabupaten Cianjur, Abdul Halim. Menurutnya, Diniyah bukan milik salah satu kelompok atau salah satu pasangan calon. Melainkan milik semua pasangan calon dan milik semua masyarakat Cianjur.

”Biarkan Diniyah ini fokus dalam mengembangkan pendidikan, terutama bidang agama, jangan dirusak dengan info-info yang tidak jelas. Apalagi kalau dihasut supaya tidak mendukung salah satu calon, dan untuk organisasi dalam hal ini FKDT, harus mencegah dan melindungi Diniyah dari pihak yang tidak bertanggung jawab,” sesalnya.(jun/dep)