KPU Pasang, Panwas Turunkan

KPU Cianjur memasang alat peraga kampanye calon.
KPU Cianjur memasang alat peraga kampanye calon.
KPU Cianjur memasang alat peraga kampanye calon.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Perhelatan pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Cianjur 2015, resmi memasuki masa kampanye. Hal ini setelah masing-masing pasangan calon peserta pilbup telah mendapatkan nomor urut.

Divisi Sosialisasi KPU Cianjur, Hilman Wahyudi mengatakan, pelaksanaan dan tanda dimulainya masa kampanye dengan menempelkan baliho masing-masing pasangan calon peserta pilbup Cianjur di lima titik yang berbeda. Adapun penentuan titik pemasangan baliho-baliho tersebut sudah dibicarakan dan ditentukan sebelumnya.

“Ini sebagai tanda bahwa kampanye sudah dimulai. Pemasangan baliho ini jadi kampanye hari pertama,” ucap Hilman usai pemasangan baliho paslon di perempatan Rawabango-Lingkar Timur, Kamis (27/8/2015).

Hilman mengatakan, lima titik yang sudah ditentukan selain perempatan Rawabango-Lingkar Timur adalah di Pasar Cipanas, perempatan Tugu Ngaos Mamaos Maenpo (Hypermart, red), Alun-alun Sukanagara dan Alun-alun Sindangbarang.


“Sesuai dengan aturan di PKPU Nomor 7 Tahun 2015, untuk jumlah baliho masing-masing paslon se-kabupaten hanya lima buah saja. Tidak lebih dari itu,” jelas dia.

Selain baliho untuk di tingkat kabupaten, alat peraga kampanye (APK) yang dibiayai negara melalui APBD adalah berupa umbul-umbul. Sedangkan pemasangannya bakal ditempatkan di tingkat kecamatan sebanyak 20 buah per paslon.

“Khusus di tiap kecamatan disediakan umbul-umbul 20 buah untuk setiap pasangan calon. Tempatnya juga sudaj ditentukan,” kata dia.

Hilman menjelaskan, jika memang pendukung, timses, simpatisan dan lain-lain tetap diperbolehkan membuat dan memasang sendiri alat kampanye. Syaratnya, penempatannya bukan di tempat publik.

“Boleh, asalkan di tempat pribadi. Misalnya di dalam pagar rumah pendukung, timses atau simpatisan. Kalau di luar pagar itu berarti sudah tempat umum,” tegas dia.

Namun, ketika ditanya bagaimana jika di suatu daerah menjadi jadwal kampanye salah satu paslon, dan mobil branding dari paslon lain berseliweran, Agus tidak bisa memberikan jawaban.

“Kalau itu nanti akan kami konsultasikan dengan Bawaslu dulu. Karena memang itu tidak tercantum. Tapi kalau di lapangan A jadi kampanye salah satu paslon, mabil branding paslon lain tidak boleh ada di sekitar lapangan itu. Kalau itu jelas melanggar, tegas Agus.

Sementara itu, usai ditetapkannya pasangan calon bupati dan wakil bupati Cianjur, Panwas dan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Cianjur, dibantu pihak kepolisian, menurunkan baliho, spanduk, dan alat peraga kampanye lainnya, kemarin (26/8).

Ketua Panwaslu Kabupaten Cianjur, Saeful Anwar mengatakan, penurunan baliho, spanduk dan alat peraga lainnya, sesuai aturan PKPU Nomor 2 dan Nomor 7 terkait dengan kampanye.

“Kampanye itu kan baru dimuli dari tanggal 27 Agustus sampai 5 Desember. Jadi karena belum waktunya kampanye, ya harus diturunkan,” ucapnya.

Menurut pria yang akrab disapa Epul ini, penurunan alat peraga kampanye, harusnya dilakukan dari dulu. Pasalnya, belum masuk pada tahap kampanye.

“Ya harusnya dari kemarin-kemarin. Tapi pihak pemerintah daerah tidak juga melakukan. Padahal Panwas dan KPU sudah menyurati bupati,” kesalnya.

Selain itu, Panwas menyayangkan dari pihak calon yang tidak menurunkan alat peraganya, malah melakukan pelanggaran, dengan memasang di tempat yang dilarang.

“Selain ke bupati kita juga sudah menyurati calon untuk menurunkannya. Karena mereka (calon) yang memasangnya. Kalau Panwas cuma mengawasi saja. Karena tidak juga digubris. Ya kita turunkan. Demi terciptanya ketertiban umum. Kami himbau kembali kepada para calon untuk tidak memasang alat peraga kampanye. Karena sekarang sudah diatur KPU. Kalau tetap dipasang, ya sanksinya diturunkan,” pungkasnya.(ruh/jun)