Gelapkan Sepeda Motor, Warga Ini Didakwa UU Fidusia

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Kembali, warga Cianjur harus merasakan duduk di kursi pesakitan Ruang Cakra Pengadilan Negeri Cianjur lantaran berusaha menggelapkan sepeda motor. Rudiyana (27), warga kampung Babakan Sirnarasa RT 02/RW 01 Desa Kertasari Kecamatan Haurwangi harus berhadapan dengan majelis hakim PN Cianjur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena berusaha menggelapkan sepeda motor jenis Vixion milik PT Indomobil Finance Indonesia (IMFI) Cabang Cianjur.

Pada sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, Rudiyana telah terbukti memindahtangankan (over kredit) kendaraannya tanpa sepengetahuan pihak leasing IMFI.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Cianjur yang menangani kasus tersebut, Hendiko, mengatakan, Rudiyana didakwa Undang-undang nomor 42 Tahun 1999 tentang fidusia.

“Ini sidang mendengarkan saksi. Saksi pertama yang kita hadirkan dari pihak leasing, dan yang kedua dari istri terdakwa. Hasil keterangan, terdakwa terbukti telah mengoverkreditkan barang yang menjadi objek fidusia,” terang Hendiko usai sidang.


Sementara itu, Pimpinan Cabang PT IMFI Cianjur, Cristian mengatakan, Rudiyana terpaksa harus berurusan dengan hukum lantaran tidak ada niatan baik sebelumnya.

“Sebelumnya kami sudah berusaha menawarkan agar terdakwa bisa bekerja sama dengan mengembalikan unit yang dioveralihkan, namun dia tidak mau dan malah menantang kami untuk maju melalui proses hukum,” ungkapnya.

Tian panggilan akrabnya, menjelaskan, pada saat kendaraan itu dioveralihkan, terdakwa baru dua kali melakukan pembayaran kepada pihaknya. Setelah itu, motor tersebut langsung dioveralihkan tanpa sepengetahuan leasing.

“Dia baru dua kali setor dan setelah itu tidak pernah dibayar dan akhirnya motor keburu dioveralihkan. Kami sebelumnya sudah berusaha menemui terdakwa ke rumahnya dan meminta sepeda motornya dikembalikan, namun terdakwa tidak ada niatan baik,” ungkapnya. (ruh/dep)