Berebut Perempuan, Deni Bunuh Supriyatna

SADIS: Rekonstruksi tindak pidana pembunuhan atas korban Supriyatna, digelar Polres Cianjur di Belka Residence.
SADIS: Rekonstruksi tindak pidana pembunuhan atas korban Supriyatna, digelar Polres Cianjur di Belka Residence.
SADIS: Rekonstruksi tindak pidana pembunuhan atas korban Supriyatna, digelar Polres Cianjur di Belka Residence.

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Akibat perselisihan yang berawal dari memperebutkan seorang perempuan, Deni Rustandi tega menghabisi nyawa Supriyatna dengan cara memukulinya hingga tewas. Demi melancarkan aksinya, Deni mengajak teman-temannya.

Beberapa hari sebelum hari nahas yang merenggut nyawa Supiyatna, pelaku terlibat cekcok mulut dengan korban. Pasalnya, keduanya menaksir perempuan yang sama. Perselisihan itu tidak berlangsung lama, namun menjadi penyulut dendam pelaku kepada korban yang selanjutnya menceritakannya kepada sejumlah rekan-rekannya sembari bermain kartu remi di sebuah warung kopi.

Pelaku kemudian meminta teman-temannya untuk membantunya menghadang korban dengan kata kode ‘lauk’ ketika korban melintas di sebuah jalan. Korban yang tidak menyadari hal tersebut, kebetulan melintas mengendarai sebuah sepeda motor sambil membonceng temannya, Asep Salman.

Di depan sebuah warung kopi, tepatnya di Kampung Bojongloa RT 02/04, Desa Bojonglarang, Kecamatan Cijati, Jumat (14/8) lalu, korban dihadang oleh pelaku dan teman-temannya.


Korban terjatuh dari sepeda motornya setelah rekan pelaku, Rusdi yang hingga kini masih buron, melemparkan sebatang kayu yang mengenai tubuh korban. Akibat lemparan itu, korban jatuh tersungkur dari sepeda motornya.
Mengetahui korban jatuh tidak berdaya, Rusdi memukulkan kayu tadi ke kepala korban. Setelah itu, kayu dilemparkan kepada Asep yang berlari menyelamatkan diri. Karena lemparannya tidak kena, Rusdi mengambil sebuah batu yang dilemparkan dan mengenai kepala Asep.

Korban yang kesakitan, menerima pukulan lagi dari tersangka lainnya, Iskandar, yang menggunakan sebuah besi garda depan motor tepat di bagian kepalanya. Tak pelak, korban pun semakin tidak berdaya. Hal itu dimanfaatkan Deni untuk menghunjamkan kepalan tangannya berkali-kali ke wajah korban. Tersangka lain, Adam Gunawan, juga ikut menghujankan kepalannya ke punggung korban.

Rekan pelaku lainnya, Supriatna alias Sumo, tidak ketinggalan menginjak kaki kiri korban yang tertelungkup. Deni yang masih tidak puas, mengambil kayu yang tergeletak tidak jauh dari posisi korban, selanjutnya memukulkannya ke punggung korban dan menginjak-injak kepalanya.

Kepala Urusan Bina Operasi (KBO) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Cianjur, Iptu Zaenal Arifin, saat ditemui di lokasi rekonstruksi yang digelar di kawasan perumahan Belka, Jalan KH Abdullah bin Nuh, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengamankan lima tersangka, sedangkan satu tersangka atas nama Rusdi masih dalam pengejaran.

Akibat perbuatan itu, lanjut Zaenal, pihaknya menyangkakan pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), yakni perbuatan pengeroyokan yang mengakibatkan korban hingga meninggal dunia.

“Ancaman hukumannya sembilan tahun,” kata Zaenal, Rabu (26/8/2015).

Dari reka adegan tersebut, memang terdapat unsur perencanaan. Karena itu, pihaknya masih akan tetap melakukan penyidikan dan pengembangan kasus tersebut, apakah termasuk dalam pembunuhan berencana atau tidak.

“Nanti, penyidikan masih berjalan. Sementara, baru pasal itu yang disangkakan.” Pungkas Zaenal. (ruh/dep)