Abdullah Bin Nuh Jadi Pahlawan, Keluarga Sempat Tolak Gelar

PAHLAWAN: Abah Ruskawan menyerahkan data pendukung KH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan.
PAHLAWAN: Abah Ruskawan menyerahkan data pendukung KH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan.
PAHLAWAN: Abah Ruskawan menyerahkan data pendukung KH Abdullah Bin Nuh sebagai pahlawan.

POJOKJABAR.id, CIANJUR–Keluarga besar Alm. KHR Abdullah Bin Nuh khususnya sang istri sempat menolak permintaan izin dari Tim Penilai dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Jawa Barat, Paguyuban Pasundan Cianjur dan MUI Cianjur untuk mengusung almarhum sebagai Pahlawan Nasional.

Menurut keluarga, almarhum dinilai sudah cukup menjadi pahlawan bagi pemimpin keluarga besar terutama bagi anak serta istri. Awalnya, kedatangan tim pengusung tidak mendapatkan respon dari keluarga besar.

Namun, setelah melalui beberapa proses waktu yang cukup panjang, pihak keluargapun memberikan izin bagi tim pengusung untuk menjadikan almarhum KHR.Abdullah Bin Nuh sebagai Pahlawan Nasional.

“Ibu saya sangat tidak setuju jika almarhum dijadikan sebagai Pahlawan Nasional,” tutur Putra Almarhum KHR, Muhammad Mustofa Bin Abdullah Bin Nuh
Bila mengacu kepada Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2009 dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010, terdapat sejumlah kriteria-kriteria yang relevan.


Pertama, KH Abdullah bin Nuh memiliki kriteria sebagai warga negara Indonesia yang pernah ikut berjuang di wilayah NKRI. Kedua, memiliki integritas moral dan keteladanan, berjasa terhadap bangsa dan negara, berkelakuan baik, setia, tidak mengkhianati bangsa dan negara dan tidak pernah dipidana penjara.

Ketiga, melakukan pengabdian dan perjuangan untuk mengisi kemerdekaan yang berlangsung hampir sepanjang hidupnya dan melebihi tugas yang diembannya. Keempat, memiliki gagasan besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.

Kelima, memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi. Keenam, pernah melakukan perjuangan yang mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.

Hal ini murni atas kreativitas dan tindakan tim pengusung bukan dari pengajuan pihak keluarga besar Almarhum KHR Abdullah Bin Nuh. Namun pihak keluarga hanya memberikan izin saja, untuk Tim mengusung menjadikan Almarhum sebagai Pahlawan Nasional.

Bukti keterangan yang menguatkan hal ini adalah semua didapatkan dari Mesir, tempat dimana beliau menjadi penyiar radio Indonesia yang menggunakan bahasa arab saat itu dan semua dokumen dari hasil konstribusinya diarsipkan di Mesir.

“Maka dari itu pengusung mengunjungi Mesir guna mendapatkan bukti yang otentik secara nyata bahwa Almarhum KHR Abdullah Bin Nuh banyak berjasa dalam hubungan nasional dan sejarah nasional kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Ketua Paguyuban Pasundan Cianjur, Abah Ruskawan kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu). (mg2/mg3/ruh/dep)