Terapkan Pembentukan KBIH Mandiri

Rombongan Calhaj Cianjur
Rombongan Calhaj Cianjur
Rombongan Calhaj Cianjur

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) kini ditetapkan mandiri oleh pemerintah Cianjur, guna membimbing calon jemaah haji (calhaj) dalam perjalanannya menuju Tanah Mekah. Sebelumnya, pada tahun 2000 belum terbentuk KBIH.

Kasi Urusan Haji Kementeriaan Agama (Kemenag) Cianjur, Aang Abdul Rauf memaparkan, kondisi calhaj kerap memprihatinkan. Artinya, jemaah banyak yang tidak paham dengan ketentuan dalam beribadah haji.

Konsekuensinya, calhaj sudah membayar materil persyaratan, mengorbankan waktunya, meninggalkan keluarga, mempersiapkan fisik maupun mentalnya, sementara ibadahnya pun terkesan datar.

Pemerintah pun memantau sehingga dibuatlah kebijakan dan itu sudah merupakan agenda yang ditetapkan. Lanjut Aang, manasik dilakukan di tingkat kabupaten bahkan di tingkat kecamatan dan masih berjalan sampai sekarang.


Untuk di tingkat kecamatan, manasik akan dilakukan sepuluh kali kemudian seiring berjalannya waktu ditetapkan kembali menjadi empat kali pertemuan. Logikanya, kalau pertemuan hanya beberapa kali saja jemaah tidak akan menguasai banyak hal mengenai ilmu ibadah haji atau manasik.

Dari hasil pemantauan, KBIH memerlukan bantuan juga dari masyarakat sekitar, pesantren, dan kekuatan hukum.

“Oleh sebab itu, untuk mendirikan KBIH pun tidak semena-mena dan sembarangan, harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pemerintah Cianjur dari hasil evaluasi sebelumnya,” tutur Kasi.

Untuk daerah Kota Cianjur terbentuk menjadi 13 KBIH dan tidak dibatasi yang ingin mendirikan KBHI. Namun, syarat yang harus dipenuhi memang harus benar-benar terlihat dan harus diobservasi langsung oleh pemerintah.

“Syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang ingin mendirikan KBIH yaitu seseorang yang sudah berpengalaman pergi ke tanah suci, memiliki tempat yang memadai untuk nanti digunakan kegiatan manasik serta mempunyai pesantren,” paparnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu).

Tujuan syarat tersebut karena, kegiatan manasik sudah diberi dana khusus untuk setiap KBIH sehingga nantinya setiap materil bantuan dari pemerintah secara tidak langsung akan memberikan bantuan ke setiap pondok pesantren sarana dan prasarana yang dibutuhkan.

Untuk saat ini, KBIH sudah diakui oleh pusat karena dinilai dapat membantu setiap calhaj yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci Mekah.

“Pemerintah menetapkan, setiap KBIH meregulasikan bahwa pertemuan manasik sebelum hari keberangkatan itu harus terselenggara selama 16 kali pertemuan,” ungkap Aang. (mg2/dep)