Kades Cibiuk Bantah Jual Tanah Desa

suap
ilustrasi suap
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR – Kepala Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang, Yandi, membantah dan mengklarifikasi tuduhan dan kabar burung, mengenai penjualan tanah desa. Menurutnya, tanah tersebut bukan dijual, tetapi mau diganti dengan lahan produktif yang lebih berkualitas.

Yandi menjelaskan bahwa pergantian lahan produktif rencananya akan menjadi 2 kali lipat, yakni seluas sekitar 180 tumbak kali 14 meter, totalnya kurang lebih sekitar 2500 meter.

“Karena sudah terlanjur ramai diisukan menjual tanah desa, akhirnya tidak jadi. Saya tidak mungkin menjual tanah desa, karena itu milik warga sini, yang harus dikelola dengan baik untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) desa ini,” terang Yandi.

Dia memaparkan lebih rinci lagi, sebenarnya perencanaan untuk penjualan ini sudah sekitar dua bulan sebelum puasa. Rencana memang ada yang membeli, tapi ada sebagian yang merupakan tanah desa, dan itu direncanakan untuk diganti dengan lahan produktif sebanyak dua kali lipat, bertempat di Blok Lio, Kampung Pasir Mangga, dan lahan produktif di Kampung Kepuh, Desa Cibiuk, Kecamatan Ciranjang.


“Karena menuai protes, akhirnya tidak jadi. Makanya perlu digarisbawahi, bahwa kami tidak menjual. Dan hal ini sudah disampaikan kepada BPD (Badan Permusyawaratan Desa—red) dan LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat—red). Sebelumnya sudah kita musyawarahkan terlebih dahulu,” beber Yandi lagi.

Yandi menambahkan, apabila pergantian ini tidak digarap, tentunya akan rugi dan tidak masuk ke PAD. Bila pergantian terjadi, maka dalam per musim keuntungan sekitar Rp2 juta.

“Menjadi sekitar Rp4 juta selama 1 tahun, dua kali musim. Itu untuk PAD Desa Cibiuk, bukan untung kepentingan pribadi atau golongan.” Pungkas Kepala Desa Cibiuk. (mat/dep)