Karena Ini Pembuatan Visa Haji Jadi Terhambat

Rombongan Calhaj Cianjur
Rombongan Calhaj Cianjur
Rombongan Calhaj Cianjur

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cianjur, Aang Abdul Rouf, mengakui, permasalahan visa calhaj memang cukup banyak dan terjadi hingga skala nasional. Pasalnya, untuk bisa mendapatkan visa haji, tahun ini prosesnya memang lebih panjang dan lama dibanding sebelum-sebelumnya. Selain itu, pemberlakuan elektronik haji juga memberikan pengaruh dalam proses pembuatan visa tersebut.

Karena itu, salah satu yang terkena imbas dari lamanya proses pembuatan visa itu adalah kloter calhaj asal Cianjur.

“Kan sekarang elektrik haji. Jadi untuk entry san validasi datanya harus benar-benar valid, tidak boleh ada kesalahan,” jelas dia.

Rouf meyakini, 12 calhaj yang belum mengantongi visa tersebut nantinya bakal berkurang hingga akhirnya, ia memastikan, semua calhaj asal Cianjur bakal mengantongi visa hajinya masing-masing. Hal itu mengacu pada data sebelumnya yang mencapai total 150 calhaj dari kloter 10 yang belum mendapatkan visa.
Dari angka itu, lanjut dia, pada Rabu (19/8) pekan lalu, ada 40 visa yang turun. Kemudian, pada Sabtu (22/8) lalu, ada 62 visa turun lagi disusul kemudian pada Minggu dini hari kemarin, 36 visa sudah diterima para calhaj.


“Makanya sampai dengan Minggu itu tiggal 12 calhaj yang belum. Kabarnya hari ini ada lagi visa yang turun tapi saya belum cek informasinya,” tutur Rouf tanpa mau merinci nama-nama calhaj yang belum memiliki visa itu.

Untuk kloter 10 yang diberangkatkan pada Senin (24/8) malam, terdiri dari 444 calhaj, sama dengan jumlah calhaj kloter 51 yang rencananya akan diberangkatkan pada tanggal 9 September mendatang. Sedangkan khusus untuk kloter 64 yang diberangkatkan pada 14 September, bakal dibarengkan dengan calhaj dari Sumedang dan Banjar.

“Tapi calhaj yang dari Cianjur hanya 122 orang saja. Karena kloter 64 itu gabungan dengan Sumedang dan Banjar,” imbuh dia.

Rouf menuturkan, untuk kloter 10 ini, ada sepasang suami-istri asal Cugenang yang dipastikan ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan. Keduanya nantinya digantikan pasangan suami-istri dari kloter 64 asal Mande.

“Jadi istilahnya tukar kloter. Karena yang dr Cugenang itu, Miftah, memiliki skait jantung dan saat ini sedang dirawat di RSUD Cianjur. Kalau memang dokter bilang aman, ya bisa berangkat. Kan itu kewenangan dokter,” beber dia.

Untuk tahun ini, ucap Rouf, calhaj termuda tercatat berusia 21 tahun atas nama Titin Fatimah Watusholihah dari Kampung Gununglanjung, Desa Cijedil, Cugenang. Sedangkan jemaah calhaj tertua berusia 87 tahun atas nama Engkah bin Enjum dari Kampunh Buniayu, Desa Kertamukti, Haurwangi.

“Keduanya sama-sama dari kloter 51. Kalau untuk armada, tiap kloter, kami siapkan 10 bus dan 1 cadangan,” tukas Rouf.(cr2/ruh/dep)