Curug Garompal Minta Tumbal

dua remaja tewas tenggelam di sungai muara cibaluk garut (ilustrasi)
ilustrasi
ilustrasi

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Curug Garompal di Kampung Kedung, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang, meminta tumbal nyawa. Seorang pemuda, Sandy (18), harus meregang nyawa karena tenggelam di curug tersebut.

Peristiwa nahas yang menimpa pemuda asal Kampung Caringin, Kecamatan Sukanagara itu bermula ketika ia bersama dua rekannya, Salman (18) dan Roni (16) berniat untuk mandi dan membersihkan diri usai memperbaiki saluran air di hulu sungai Cianjur untuk pengairan sawah dan permukiman warga.

Mulanya, Sandy hanya berniat untuk mandi di pinggiran curug itu saja. Namun, karena rasa penasarannya, Sandy pun memberanikan diri untuk sedikit ke tengah curug.

“Iya, korban meninggal karena tenggelam,” ujar Kapolsek Cugenang, Kompol Undang Hasanudin dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (24/8/2015) siang kemarin.


Nahasnya, aksi nekad korban itu tidak didukung dengan kemampuan berenang yang cukup. Akibatnya, korban pun akhirnya hilang ditelan air curug. Pasalnya, korban pun tidak menyangka jika kedalaman curug itu mencapai sekitar enam meter.

“Sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama kedua temannya yaitu Salman (18) dan Roni (16) mandi untuk membersihkan lumpur di tubuh dan pakiannya. Tapi mereka ini sepertinya tidak bisa berenang,” ujar Undang.

Undang menuturkan, ketika peristiwa itu terjadi, sebenarnya korban sudah berusaha diselamatkan oleh kedua rekannya. Tapi sayangnya, keduanya ternyata juga tidak bisa berenang.

“Salah satu temannya sempat akan menolong, tapi karena sama-sama tidak bisa berenang, temannya pun hampir tenggelam. kemudian temannya yang lain ikut membantu,” terang dia.

Setelah berjuang sekuat tenaga dan menyelamatkan diri masing-masing, hanya kedua temannya yang dapat menyelamatkan diri. Sementara korban tenggelam ke dasar curug.

Mendapati Sandy tenggelam ke dasar curug dan tidak lagi terlihat di permukaan air, kedua temannya itu pun lantas bergegas pergi mencari pertolongan kepada warga sekitar.

“Sekitar pukul 12.00 WIB, warga berhasil menemukan tubuh korban. Setelah itu jenasah korban pun segera dinawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur untuk di visum,” lanjut Undang.

Terpisah, Kepala Unit Instalasi Pemulasaran Jensah (IPJ) RSUD Cianjur, Multazam, mengatakan, dari pengamatan pada jenasah korban, pihaknya sama sekali tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Kelapa, badan, tangan, kaki dan lain sebagainya bersih tidak ada luka atau lebam,” ujar dia.

Namun, sekilas, pihaknya menemukan busa yang keluar pada bagian hidung dan mulut korban. Sedangkan untuk memastikan hal itu, pihaknya harus melalui autopsi terlebih dahulu atas izin pihak keluarga.

“Kami tunggu dulu dr kepolisian dan pihak keluarga seperti apa. Tapi, kalau dari kondisi jenasah, kematian korban masih sangat baru, sekitar 1-2 jam lalu,” imbuh dia.

Berdasarkan informasi lanjutan, pihak keluarga yang datang ke IPJ RSUD, ternyata tidak menghendaki autopsi pada jenasah Sandy dan langsung membawa jenasahnya untuk dikebumikan.(ruh/dep)