Toko Kue dan Rumah Warga Terbakar

LUDES: Rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu Ciranjang, rata dengan tanah, Minggu (23/8) dini hari.
LUDES: Rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu Ciranjang, rata dengan tanah, Minggu (23/8) dini hari.
LUDES: Rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu Ciranjang, rata dengan tanah.

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Sedikitnya dua peristiwa kebakaran di dua lokasi berbeda terjadi di musim kemarau tahun ini. Satu toko kue di Jalan Suroso Cianjur, milik Ook (45), Sabtu (22/8/2015) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari terbakar.

Peristiwa kebakaran juga melalap rumah Abah Dadang (55) di Kampung Pasir Randu RT 01/12, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, sekitar pukul 03:00 WIB, Minggu (23/8/2015) dini hari kemarin.

Kejadian dua kebakaran nyaris terjadi saat warga tengah tertidur lelap malam. Akibatnya seluruh warga setempat bangun dan membantu memadamkan api melalap di dua kejadian kebakaran tersebut.

Informasi dihimpun, kebakaran toko kue milik Ook yang berada di Gang Selamet II ini diduga karena konsleting listrik. Meski sebelum kejadian menurut saksi mata pemilik toko sebelah, Didin (30) toko sepertinya ada masalah, karena sebelumnya toko kue ini juga pernah kemalingan sampai dua kali.


“Saya lihat ada empat titik api dari toko tersebut, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB pagi,” ujarnya.

Sementara, peristiwa kebakaran yang terjadi pada rumah ukuran 15×10 meter persegi milik Bah Dadang, nyaris rata dengan tanah. Dugaan sumber api dari kamar belakang dan hingga kini masih dalam tahapan penyelidikan Polsek Ciranjang. Sebelumnya rumah peninggalan zaman Belanda tersebut pernah digunakan untuk pengobatan tradisional dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang ditempati Mama Ajengan Pasir Randu.

“Untungnya dalam kejadian kebakaran tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, masih untung tak ada korban jiwa, karena suasana sedang rehat tidur malam,” papar Aso Sobari (40) keponakan dari Bah Dadang kepada wartawan ini.

Jarak tempuh dari jalan utama ke lokasi kejadian sekitar 500 meter, sehingga petugas Pemadan Kebakaran cukup sulit menuju lokasi untuk memadamkan api, sehingga tidak bisa dengan cepat dipadamkan.

Sehingga atap dan ruangan rumah beserta perabotan di dalamnya hancur dan tinggal sisa-sisa puing, kayu, genting, kusen yang sudah hitam terbakar.

“Meskipun dua unit pemadam kebakaran turun ke lokasi untuk membantu memandamkan api, tapi baru bisa dipadamkan sekitar satu jam kemudian,” aku Eka (38) seorang guru PAUD warga setempat.(rif/mat/dep)