Seperti Ini Cara TNI Genjot Ketahanan Pangan

Jamur Tiram
Jamur Tiram
Jamur Tiram

POJOKJABAR.id, CIANJUR-Guna mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, pasukan elit infantri TNI, Batalyon 300/ Raider turut membudidayakan jamur tiram. Tak hanya itu, Raider pun turut mengembangkan tanaman hidroponik dan padi.

Danyonif 300/ Raider Cianjur, Mayor Inf Dodi Trio Hadi memaparkan, jamur mampu menjadi alternatif pangan lauk. Selain itu, jamur tiram pun merupakan salah satu komoditi yang dinilai memiliki nilai ekonomis.

Artinya, proses budidaya jamur terbilang sederhana dan biaya yang diperlukan realtif lebih rendah. Ia menambahkan, manfaat lain yang mampu didapatkan yaitu jamur mampu menjadi obat herbal yang memiliki ragam manfaat kesehatan bagi tubuh.

“Jamur tiram juga tergolong sayuran organik yang bebas dari kontaminasi larutan kimia berbahaya, misalnya akibat semprotan pestisida,” ujarnya didampingi Wakil Danyonif 300/ Raider Cianjur, Mayor Inf M Fajar Akhirudin.


Masa panen yang sangat singkat pun menjadi daya tarik jamur tiram. Pasalnya, jamur tiram mampu dipanen setiap hari saat pagi dan sore. Selain itu, 300/ Raider pun turut membudidayakan padi di luas lahan sekitar enam hektar.

Masa panen padi yang mencapai tiga bulan dianggap memerlukan ketekunan dan keuletan dari segenap anggota. Lalu, lanjut Danyonif, tanaman hidroponik pun tak lepas dari program 300/ Raider.

Sedikitnya, lima titik dengan luas lahan yang berbeda menjadi area pengembangbiakan hidropnoik.

“Kami lakukan pemanfaatan lahan untuk pemberdayaan tanaman untuk mendukung program ketahanan pangan,” paparnya kepada Radar Cianjur (Grup Pojoksatu). (yaz/dep)